//

Selasa, 13 Januari 2009

Teori Warna

Pernahkan kita memperhatikan warna-warni dedaunan di tiap musim. Tentu saja selalu ada perbedaan warna di tiap musim, yang akhirnya menjadi ciri khas musim itu. Para pemerhati warna dedaunan di New England juga mengira, perubahan iklim membuat wara-warni dedaunan di musim gugur menjadi tidak menarik
Namun, para ilmuwan tidak berpendapat sama. Menurut ahli ekologi John O'keefe daari Harvar Forest di Massachusetts, pada kenyataannya membandingkan intensitas warna dari satu tahun ke tahun yang lain sangatlah sulit. Penyebab perubahan warna pun masih belum terkuak. Bahkan dengan banyak teori baru, masih banyak hal yang menjadi misteri
Kini para peneliti sedang mempelajari bagaimana perubahan iklim dapat mempengatuhi wanra daun dari tahun ke tahun. Mereka mempelajari bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi warna dedaunan dari tahun ke tahun. Mereka menelusuri dimulainya perubahan corak warna dedaunan di musim gugur.
Bagaimana caranya ?
Mereka memadang kamera di pepohonan, yang langsung tersambung ke internet untuk mengukur intensitas warna daun.
Hasilnya ?
Mereka menarik kesimpulan bahwa suhu yang menghangat dapat menunda perubahan warna daun selama beberapa hari. Yang pasti cuca sangat berperan dalam perubahan warna daun.

Selasa, 06 Januari 2009

Kaki Tokek

Sejak abad keempat SM, ketika aristoteles merasa takjub dengan bagaimana seekor tokek "dapat berlari naik-turun pohon ke arah manapun bahkan dengan kepala di bawah", menusia telah bertanya-tanya bagaimana hewan unik tersebut mampu bergerak melawan gravitasi. Sekitar tahun 2006, Mark Cutkosky, ahli robitik dari Stanford University, mulai berusaha memecahkan teka-teki itu
Ternyata kaki tokek itu tidaklah lengket seperti yang sebagain besar dati kita pikir saat ini. Kaki itu ternyata kering da mulus, tapi ternyata memiliki ahesi yang luar biasa besar
Mengapa bisa ?
Penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua miliar filamen berujung spatula per sentimeter persegi di telapak kai tokek. Setiap filamen hanya setebal 100 nM. Filamen yang sangat kecil itulah yang bereaksi dalam tingkat molekuler dan menghasilkan gaya van der Walls tingkat rendah dan membuat dua benda berdampingan saling mendekat.
Lalu ?
Ternyata kemampuan adhesi tingkat tinggi itu hanyalah sebagaian dari kemampuan tokek. Untuk bergerak cepat di dinding ternyata adhesi tokek amat terarah, jarinya hanya melekat saat diseret ke bawah dan akan lepas saat diseret terbalik

Kamis, 01 Januari 2009

Air Sumber Kematian

Air adalah sumber kehidupan makhluk hidup. Yang bilamana air tidak ada maka kepunahan akan akan terjadi. namun kadang kala air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan itu malahan berubah menjadi sumber kematian.

"Zona Kematian" merupakan areal yang menghilangkan oksigen di dalam Teluk Meksiko. Zona ini terbentuk setiap meusim semi dan mencapai titik paling mematikan di musim panas. Zona kematian sebenarnya terjadi si selutuh belahan dunia.

Siapa pelakunya?
Mereka adalah aliran permukaan dari air limbah pertanian. Dalam kasus ini, pelaku adalah aliran pupuk dari lahan pertanian yang menaglair lewat Sungai Missisipi ke Teluk Meksiko. Pupuk ini meningkatkan populasi ganggang. Hal ini menghabiskan kandungan oksigen di sana dan membuat satwa laut tidak bisa bernafas. hal itu tentu saja sangat merusak pekerjaan nelayan sekitar

Bagaimana cara Zona Kematian membunuh ?
1. Pupuk dan senyawa lain mengalir dari Sungai Missisipi ke teluk Meksiko
2. Pada musim semi, aliran air tawar menjadi lapisan di atas air asin dan menutup akses oksigen
3. Pupuk dan air yang menghangat meningkatkan populasi ganggang
4. Ganggang yang mati tenggelam ke dasar laut dan diurai bakteri, hal ini menghabiskan kandungan oksigen di laut dalam
5. Binatang laut dalam mati kehabisan oksigen
6. Binatang yang bisa bergerak cepat melarikan diri dari Zona Kematian 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes