Proses Osmosis Dalam Tumbuhan
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. (dikutip dari id.wikipedia.org/wiki/osmosis).
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Minggu, 24 Mei 2009
Bakteri Pemakan Arsenik
TEMPO Interaktif, Los Angeles: Bagi sebagian besar makhluk hidup, arsenik adalah racun. Namun bagi sejenis bakteri yang hidup di Danau Mono di California, Amerika Serikat, arsenik adalah sumber kehidupan.
Bakteri yang membentuk koloni berupa lapisan film tipis di danau air panas di kaki Sierra Nevada itu ditemukan oleh peneliti dari US Geological Survey (USGS). Bakteri itu membuat makanan dan memperbanyak diri dengan mengombinasikan cahaya dan arsenik, seperti yang dilaporkan oleh jurnal Science.
Danau-danau itu bersumber dari air panas bumi yang merembeskan mineral mengandung arsenik dari bebatuan sekitarnya," kata Ronald Oremland dari USGS. "Kami menduga bakteri ini memakai arsenik untuk hidup, sehingga kami mengelupas biofilm itu dari batu dan mempelajarinya di laboratorium."
Ada dua jenis bakteri yang ditemukan di danau itu, yaitu bakteri merah dan hijau. Keduanya tidak memiliki enzim yang dipakai organisme pemakan arsenik lain untuk mengubah arsenite (arsenik III) menjadi arsenate (arsenik V). Bakteri ini justru memakai enzim yang biasanya mengubah arsenik V menjadi arsenik III, namun dalam proses kebalikannya. Organisme lain menggunakan konversi arsenik ini untuk respirasi.
Namun Oremland menjelaskan bahwa mikroba itu adalah bakteri fotosintesis, menggunakan cahaya matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi makanan. Berbeda dengan tumbuhan, bakteri ini memakai arsenik sebagai pengganti air dalam proses fotosintesis.
Riset dengan pemberian sinar dan arsenik secara bergantian menunjukkan bahwa bakteri itu memerlukan keduanya untuk tumbuh. Oremland yakin bakteri ini adalah organisme pertama yang menggunakan arsenik untuk berfotosintesis dalam kondisi anaerob.
Dia menduga itu adalah kemampuan purba yang dimiliki bakteri tersebut karena penggunaan arsenik sebagai sumber energi diduga kuat adalah proses yang dilakukan oleh bakteri purba. "Kami menduga fotosintesis gaya ini dilakukan sebelum oksigen ada dalam atmosfer," kata Oremland.
Dengan penemuan ini, para ilmuwan berharap bisa memahami bagaimana arsenik dicerna oleh bakteri dan membandingkannya dengan kerusakan yang ditimbulkan arsenik pada sel manusia. Di seluruh dunia, 144 juta orang terpapar arsenik lewat air minum.
Paparan dalam jangka panjang akan mengakibatkan penyakit kulit, kanker ginjal dan kantong kemih, serta gangguan perkembangan intelektual pada anak-anak.
sumber: tempo interaktif
Kamis, 21 Mei 2009
Marine Akan Dikloning
Seoul- sebuah pusat pelatihan anjing di Jepang,yang pernah menyatakan sedang melatih seekor anjing untuk mengendus sel kanker dalam tubuh manusia,dikabarkan berupaya mengklon anjing tersebut di Korea Selatan.Kabar ini di enduskan perusahaan Bioteknologi di Seoul,RNL Bio,dan pemilik anjing tersebut kemarin.
Bayi anjing labrador hitam hasil kloning itu bahkan sudah sejak sebulan lalu dititipkan dalam rahim anjing lainnya,”kami akan melihat perkembangan akhir bulan ini.”kata Re Jeong-chan,President RNL Bio.
Marine,induk asli bayi anjing itu,tidak bisa menjalankan tugasnya untuk mengandung karena rahimnya sudah diangkat gara-gara penyakit.Marine, 3 tahun 6 bulan,dimiliki Yuji Satoh,kepala pelatih di Pusat Pelatihan Anjing Pengendus Kanker St.Sugar di Shirahama,Prefektur Chiba.
Satoh mengungkapkan bahwa beberapa ahli dari Seoul National University, yang berhasil menciptakan anjing kloning pertama di dunia tiga tahun lalu, telah mengambil sampel jaringan kulit Marine dan membawanya ke Korea.” Kami membuat kloning Marine.ia dianggap memiliki kemampuan mengendus kanker terbaik di dunia.” Kata Satoh. “ini adalah kloning anjing pengendus kanker pertama di dunia.”
Kerja sama Satoh-St.Sugar-RNL Bio menyepakati untuk menghasilkan dua klon dari Marine lalu melatihnya di St.Sugar.Dari dua ekor anjing baru itu,satu anjing akan kembali ke Seoul untuk studi lebih jauh.Jika proyek sukses,akan dibuat lebih banyak lagi bayi anjing spesial itu.
sumber: koran tempo
Minggu, 10 Mei 2009
Bakteri Mulut Bikin Makanan Lebih Enak
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bakteri di dalam mulut mungkin terdengar menjijikkan, namun kehadiran bakteri ini ternyata memainkan peran dalam menciptakan rasa yang unik dari makanan tertentu.
Begitulah hasil temuan para ilmuwan Swiss yang dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry terbaru. Penelitian mereka mengungkapkan, bakteri menghasilkan bau makanan dari komponen pangan yang tak berbau. Bau itulah yang membuat orang bisa benar-benar mengecap rasa buah dan sayur-mayur.
Dalam penelitian itu, Christian Starkenmann dan timnya menunjukkan bahwa sejumlah buah dan sayur baru mengeluarkan bau yang khas setelah ditelan, meski peneliti lain telah melaporkan bahwa senyawa volatil hasil produksi prekursor yang ditemukan dalam makanan itu bertanggung jawab atas efek retroaromatik. Namun, bagaimana transformasi ini terjadi, belum sepenuhnya dipahami.
Untuk mengisi kekosongan itu, para ilmuwan melakukan tes sensoris terhadap 30 panelis terlatih untuk mengevaluasi intensitas bau senyawa volatil. Senyawa yang disebut thiol itu dikeluarkan oleh senyawa belerang tak berbau yang dapat ditemukan secara alami dalam anggur, bawang, dan paprika.
Setiap peserta tes perlu 20-30 detik untuk mengenali aroma thiol ketika disodori contoh senyawa tak berbau. Persepsi bebauan ini hanya bertahan selama tiga menit. Para ilmuwan menduga perubahan senyawa tak berbau itu menjadi thiol disebabkan oleh bakteri anaerob yang menghuni mulut dan menciptakan efek retroaromatik yang khas.
"Mulut bekerja seperti sebuah reaktor, menambahkan dimensi lain terhadap persepsi bau," kata Starkenmann. Para ilmuwan menambahkan, hal ini juga amat bergantung pada kemampuan air liur untuk memerangkap thiol dan mempertahankan rasa itu lebih lama
sumber: tempo interaktif


07.37
admin
.jpg)