//

Sabtu, 31 Juli 2010

Kegemukan, Resiko Mati Berlipat

STOCKHOLM, KOMPAS.com — Ancaman terhadap kegemukan atau obesitas kembali digaungkan para ahli kesehatan di dunia. Dalam Kongres Obesitas Internasional ke-11 yang tengah berlangsung di Stockholm, Selasa (13/7/2010), para ahli mengungkapkan laporan yang mengaitkan risiko kematian dan kegemukan pada usia muda.

Sebuah riset yang dilakukan ilmuwan dari Institute of Preventive Medicine, Copenhagen University Hospital, Denmark, menunjukkan bahwa pria yang mengidap obesitas pada usia 20 tahun menghadapi risiko dua kali lipat meninggal secara prematur.

Studi yang dipimpin Esther Zimmermann itu dilakukan dengan cara memantau perkembangan sekitar 5.000 pria yang mengikuti wajib militer sejak usia 20 hingga 80 tahun.

Zimmermann dan timnya membandingkan angka kematian 1.930 pria wajib militer pengidap obesitas dengan sampel acak 3.601 pria prajurit non-obesitas. Indeks massa tubuh (BMI) para pria diukur pada rata-rata usia 20, 35, dan 46 tahun. Perkembangannya pun terus dipantau hingga mereka meninggal. Tercatat, 1.191 pria meninggal selama masa pemantauan hingga 60 tahun kemudian.

"Temuan kami memperlihatkan bahwa pada setiap usia, seorang pria obesitas memiliki kemungkinan meninggal dua kali lipat dibandingkan pria yang tidak obesitas, dan kegemukan pada usia 20 tahun memberi pengaruh yang konstan hingga 60 tahun kemudian," kata Zimmerman.

Tim peneliti juga menemukan perubahan kematian dini meningkat hingga 10 persen pada pria dengan BMI di atas ambang bobot sehat. Hal itu pun berlangsung terus sepanjang hidup dengan kondisi, pria yang obesitas akan meninggal delapan tahun lebih cepat dibanding pria non-obesitas.

"Studi kami memberi petunjuk bagaimana kegemukan pada usia 20 tahun memengaruhi kegemukan sepanjang hidup kala dewasa. Ini kali pertama sebuah studi dilaksanakan dengan masa pemantauan yang begitu panjang dan juga kali pertama sebuah studi dilakukan untuk menyelidiki dampak seumur hidup," kata Zimmermann.

sumber disini

Kenapa Perut Lapar Setelah Berenang?

Jakarta, Berenang merupakan salah satu olahraga yang baik, karena melibatkan banyak otot dan organ tubuh. Namun sebagian besar orang akan merasa sangat lapar setelah melakukan olahraga ini padahal sebelumnya sudah cukup makan.

Rasa lapar yang muncul setelah berenang disebabkan oleh dua hal, pertama adanya perubahan suhu saat seseorang keluar dari kolam renang dan kedua akibat dehidrasi.

Air yang digunakan untuk berenang biasanya akan lebih dingin dibandingkan udara di sekitar. Merendam tubuh di dalam air yang dingin akan menurunkan suhu tubuh seseorang. Sehingga saat seseorang keluar dari kolam renang atau ke udara yang bersuhu lebih panas, tubuh akan berusaha untuk menormalkannya.

Dikutip dari That'sfit, Sabtu (31/7/2010), untuk menormalkannya dibutuhkan bahan bakar atau energi yang besar, karenanya tubuh akan mengirimkan sinyal rasa lapar sehingga seseorang akan makan dengan lahap setelah berenang.

Sebuah cara yang baik untuk mengatasi perubahan suhu di dalam tubuh ini adalah dengan melakukan beberapa peregangan ringan, berjalan cepat atau terkena air yang hangat.

Penyebab kedua yang harus diperhatikan adalah mengonsumsi cairan yang cukup setelah berenang. Beberapa orang terkadang tidak merasa rasa haus setelah berenang padahal saat berenang tubuh juga kekurangan air. Jika seseorang terus berenang tanpa mengonsumsi air sama sekali nantinya bisa memicu dehidrasi.

Setiap sel di dalam tubuh manusia membutuhkan air, seperti otot-otot memerlukan 75 persen air, paru-paru memerlukan 95 persen air, darah memerlukan 82 persen air dan tulang memerlukan 25 persen air. Ketika tubuh tidak memiliki air yang cukup, maka sistem tidak akan bisa bekerja secara optimal.

Cara terbaik untuk mengatasinya adalah sebaiknya mengonsumsi 500 ml air 20-30 menit sebelum berenang, minum 200-300 ml air setiap 10-15 menit berada di kolam renang dan mengonsumsi 500 ml air jika sudah keluar dari kolam renang. Hal ini juga membantu menstabilkan suhu tubuh dan menghindari dehidrasi.

sumber:detikhealth

Pohon Panen Bakteri Untuk Suplai Nutrisi

TEMPO Interaktif, Paris - Sebuah penelitian di Perancis menemukan beberapa pohon yang tumbuh di tanah yang miskin unsur hara mendapatkan nutrisi dari bakteri yang berkembang di bagian akar pohon. Bakteri itu berfungsi untuk mengubah mineral anorganik menjadi nutrisi yang dibutuhkan pohon.

"Pada hutan yang memiliki tanah dengan kadar asam yang tinggi, sangat sedikit unsur hara anorganik yang tersedia dan menjadi faktor pertumbuhan pohon," kata peneliti Stéphane Uroz.

Menurut dia, akar pohon mengumpulkan bakteri pada tanah yang dapat memberikan nutrisi pada pohon. Jenis bakteri tertentu efisien untuk mengubah mineral anorganik menjadi nutrisi. Proses ini, disebut pelapukan mineral.

Beberapa pohon yang akarnya menanam bakteri menurut Uroz, seperti pohon beech, oak dan cemara Norwegia. "Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa jenis pohon tertentu telah mengembangkan strategi tidak langsung untuk pelapukan mineral dalam tanah miskin hara, yang terletak dalam pemilihan bakteri dengan potensi pelapukan mineral," kata Uroz.

sumber: tempo interaktif

Tangkal Radikal Bebas akibat Olahraga

Kompas.com - Sejak dulu olahraga dianggap solusi untuk menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Kenyataannya, olahraga yang dilakukan secara berlebihan justru bisa berdampak buruk, bahkan mengundang penyakit akibat pelepasan radikal bebas. Tangkal dengan makanan sumber antioksidan.

Di usia menginjak 39 tahun, Farid, sebagaimana pria yang sudah mapan lainnya sudah hampir mewujudkan semua cita-citanya. Tapi, siapa sangka jika pengusaha bertubuh bugar itu divonis dokter menderita diabetes melitus dan penyakit jantung. "Selama ini tidak pernah ada gejala penyakit saya rasakan," katanya.

Farid layak untuk terkejut karena sejak usia muda ia rajin berolahraga. "Setiap hari dua jam saya melakukan lari di pinggir pantai," kata pria yang tinggal di perumahan elit di daerah Ancol Jakarta Utara ini.

Menurut dr.Samuel Oetoro, sp.GK, ahli gizi dari Klinik Spesialis Semanggi, contoh seperti Farid mudah ditemui. Berbagai penelitian memang menunjukkan, aktivitas olahraga bisa menyebabkan stres oksidatif atau kerusakan jaringan tubuh. Stres oksidatif sangat mungkin terjadi, terutama pada jaringan otot yang digerakkan selama olahraga.

Selama berolahraga, konsumsi oksigen manusia dapat meningkat 10-15 kali. Dari jumlah oksigen yng terkonsumsi, 90-95 persen akan diubah menjadi air, sedangkan sisanya dapat berubah menjadi senyawa oksigen reaktif (SOR). Dari hasil penelitian diketahui, beberapa SOR yang terdapat di dalam tubuh adalah radikal bebas.

Dalam jumlah normal SOR bermanfaat bagi tubuh, misalnya untuk membunuh mikrobia patogen dan mengatur pertumbuhan sel. Namun, apabila berlebihan dan pertahanan antioksidan tubuh kurang memadai, maka akan menyebabkan stres oksidatif atau kerusakan jaringan-jaringan tubuh. "Dampaknya memang tidak instan, tapi nanti 10-20 tahun lagi," kata dr.Samuel.

Meskipun tubuh bisa memproduksi antioksidan, namun dr.Samuel menyarankan agar kita mengonsumsi beragam makanan yang mengandung antioksidan, yakni sayur dan buah yang mengandung vitamin A, C, E dan mineral. "Supaya optimal, konsumsi bermacam buah dan sayuran yang beraneka warna," katanya.

Bagi orang yang aktif dan lebih banyak makan di luar, mungkin agak sulit memenuhi kriteria konsumsi berbagai macam sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan antioksidan yang diperlukan tubuh. Untuk itu Anda bisa menyiasatinya dengan memilih jenis buah atau sayur yang tinggi kandungan antioksidannya.
Sumber Antioksidan
Salah satu buah yang terbukti tinggi kandungan antioksidan adalah buah kiwi. Kapasitas antioksidan kiwi terhadap senyawa radikal bebas menempati posisi ketiga tertinggi setelah orange dan anggur merah.   Kiwi mengandung vitamin C dalam jumlah yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin C yang terkandung dalam jeruk, mangga, nanas, pisang, dan apel.

Kandungan vitamin C inilah yang menyebabkan buah kiwi disebut memiliki antioksidan yang kuat. Menurut dr.Fiastuti Witjaksono, Sp.GK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengonsumsi dua buah kiwi sehari mencukupi lebih dari kebutuhan harian vitamin C untuk orang dewasa. "Vitamin C meningkatkan kemampuan tubuh memerangi infeksi, sehingga tubuh tidak mudah sakit," katanya.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Cancer Research Journal disebutkan  vitamin C di dalam kiwi juga dapat menurunkan risiko kanker dan memperlambat pertumbuhan sel kanker sehingga lebih responsif pada kempoterapi.

Sementara itu kandungan vitamin E pada kiwi dua kali lipat lebih banyak dibanding alpukat. Sudah lama diketahui vitamin C dan E merupakan senyawa antioksidan yang berfungsi memperlambat penuaan dan menangkal radikal bebas yang bisa kita temui dalam asap rokok serta polusi kendaraan bermotor.

Selain kandungan antioksidan, kandungan mineral yang ada dalam buah kiwi, seperti kalium (potasium), magnesium, kalsium, tembaga, seng, dan fosfor, sangat disarankan untuk mereka yang hobi berolahraga. Senyawa kalium berperan penting dalam menjaga fungsi otot dan gerak refleks sistem saraf. Mineral ini juga menjaga keseimbangan air dalam tubuh. Itu sebabnya olahragawan dan pekerja berat dianjurkan mengonsumsi kalium yang cukup.

Selain botol air minum, selalu simpanlah buah-buahan seperti kiwi atau jeruk di tas dan konsumsi sumber antioksidan ini setelah berolahraga. Manfaat ekstra, rasanya yang segar juga bisa membuat Anda bersemangat kembali.

sumber: kompas

Jumat, 30 Juli 2010

Jika Jerawat Tak Mau Pergi

Jakarta, Jerawat yang sudah kempes akan meninggalkan bekas kehitaman, bekas kemerahan dan bekas lubang-lubang (skar). Bekas jerawat kemerahan dan skar paling sulit dihilangkan. Maka itu usahakan bekas jerawat sampai kemerahan atau berlubang.

dr. Susie Rendra, SpKK dalam konsultasi detikHealth menuturkan jerawat yang telah menyembuh biasanya meninggalkan bekas kehitaman, bekas kemerahan dan bekas berupa lubang-lubang.

Urutan itu juga merupakan urutan tingkat kesukaran yang makin tinggi untuk kesembuhannya. Jadi lubang-lubang bekas jerawat merupakan bekas yang paling sulit diatasi.

"Bekas kehitaman biasanya dapat dibatasi dengan menggunakan krim yang mengandung pemutih. Namun untuk bekas kemerahan lebih sukar diatasi," ungkap dr Susie yang berpraktek di RS Puri Indah ini.

Kenapa bekas kemerahan lebih susah sembuh ketimbang bekas kehitaman?

Penyebab bekas jerawat yang kemerahan artinya sudah terdapat peradangan yang melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam.

Jika tanda bekas jerawat kemerahan ini tidak terlalu parah, kemungkinan masih bisa disembuhkan dengan menggunakan pengobatan tertentu yang mengandung azelaic acid.

"Tapi bila kurang memuaskan, seringkali diperlukan terapi laser. Sedangkan skar jerawat paling sulit dan biasanya sangat jarang didapatkan kesembuhan total. Tapi dapat dicoba dengan Peeling, teknik Percutaneous Collagen Induction (Dermalpunch/Dermaroller) atau yang paling canggih juga dengan terapi laser," jelas dr Susie.

Dikutip dari Livestrong, Jumat (30/7/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar jerawat tak menimbulkan bekas yang parah:

1. Usahakan untuk menghilangkan jerawat secara alami dengan cara menghindari memencet atau menekan jerawat. Karena memencet jerawat bisa menimbulkan bekas kemerahan yang menandakan terjadinya peradangan.
2. Usahakan untuk tidak terlalu sering memegang jerawat dengan menggunakan tangan, karena ada kemungkinan tangan yang kotor bisa menyebabkan infeksi.
3. Usahakan untuk menggunakan scrub yang dapat mengelupaskan sel-sel kulit mati sehingga dapat mencegah timbulnya jerawat.
4. Konsultasikan ke dokter jika bekas memerah ini tak kunjung hilang, karena kemungkinan memerlukan perawatan lain seperti laser.
5. Gunakan produk kosmetik atau pembersih wajah yang sesuai dengan jenis kulit.
6. Bersihkan muka secara teratur sehingga tidak timbul jerawat yang disebabkan oleh infeksi dan bisa menyebabkan peradangan.


Menurut dr Susie orang yang memiliki kulit berminyak biasanya punya ukuran kelenjar minyak relatif lebih besar, sehingga pori-pori (yang merupakan muara kelanjar minyak) juga umumnya lebih besar.

Penggunaan toner yang mengandung alkohol/resorsinol terkadang dapat membantu mengecilkan pori-pori. Sedangkan untuk komedo hidung, untuk menguranginya dapat diberkan preparat yang mengandung Retinoic Acid.

Sementara dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD dalam konsultasi detikHealth mengatakan jerawat bisa disebabkan juga dari faktor genetik.

Sebuah laporan penelitian yang dipublikasikan setahun lalu dalam Journal of Investigative Dermatology menunjukkan bahwa kasus-kasus jerawat yang parah lebih banyak terjadi pada remaja yang memiliki riwayat keluarga dengan jerawat.

Faktor keluarga yang paling dominan dalam menentukan tingkat keparahannya adalah memiliki ibu dengan riwayat jerawat. Ini artinya ibu yang berjerawat akan lebih besar menurunkan ke anaknya.


sumber

Kamis, 29 Juli 2010

Ereksi Pagi, Tanda "Si Jago" Masih Oke

KOMPAS.com — Kemampuan ereksi menjadi modal lelaki dalam mengarungi kehidupan seksualnya. Hasrat boleh memuncak, tetapi percuma kalau tak mampu ereksi. Untuk mengecek apakah penis masih berfungsi dengan baik, perhatikan kondisi ereksi pada pagi hari.

Ereksi yang normal ialah keadaan ketika penis membesar lalu mengeras. Keadaan ini terjadi pada laki-laki dari sejak lahir sampai usia lanjut. Selain karena stimulasi dari luar, ereksi juga bisa terjadi dengan sendirinya, yakni ereksi malam (nocturnal erection) atau ereksi pagi (morning erection).

Menurut pakar seksologi, dr Naek L Tobing, dalam bukunya Seks Tuntunan Bagi Pria, ereksi pagi terjadi sejak mulai bayi. Pada umumnya, kondisi ini dialami saat mau bangun pagi dan akan buang air kecil. Sampai sekarang, penyebab mekanisme ereksi pagi ini masih diteliti.

Sebagian pakar mengatakan bahwa ereksi pagi timbul karena tekanan air seni ke pembuluh darah balik (vena) sehingga darah sulit kembali ke badan. Sebagian lagi mengatakan bahwa pada waktu pagi terjadi peningkatan hormon testosteron yang menyebabkan ereksi. Pada waktu yang sama terkadang timbul mimpi seks sekaligus ereksi.

Menurut dr Naek, ereksi pagi pada orang muda cukup sering terjadi. "Kualitas ereksinya bervariasi, mulai dari yang hanya membesar sampai bisa kaku," katanya. Respons tiap individu terhadap kondisi ini berbeda-beda. Ada yang langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil kemudian ereksi menghilang.

Namun, ada juga yang memanfaatkannya untuk memperoleh kenikmatan dengan melakukan masturbasi atau bercumbu dengan pasangannya, khususnya untuk pasangan yang sudah menikah.

Pada pria yang kemampuan ereksinya sudah kehilangan daya, ereksi pagi bisa normal atau sedikit jarang. Makin berat keadaan disfungsi ereksi, ereksi pagi akan makin berkurang bahkan hilang sama sekali. Sebaliknya, jika normal, maka berapa pun umur seorang lelaki masih bisa ereksi waktu bangun tidur pada pagi hari.

sumber disini

Selasa, 27 Juli 2010

Inilah 10 Kerugian akibat Kurang Tidur

JAKARTA, KOMPAS,com Anda pernah merasa uring-uringan dan pusing? Mungkin saja hal itu akibat kurang tidur. Jangan pernah anggap remeh keadaan ini! Kurang tidur dapat memengaruhi kehidupan seksual, daya ingat, kesehatan, penampilan, dan bahkan membuat tubuh Anda "melar".

Berikut ini 10 hal mengejutkan yang terjadi akibat kurang tidur:

1. Kecelakaan
Kurang tidur adalah salah satu faktor bencana terbesar dalam sejarah selain kecelakaan nuklir di Three Mile Island tahun 1979, tumpahan minyak terbesar Exxon Valdez, krisis nuklir di Chernobyl 1986, dan lain-lain.

Terdengar berlebihan, tapi Anda harus sadari kurang tidur juga berdampak pada keselamatan Anda setiap hari di jalan. Mengantuk dapat memperlambat waktu Anda mengemudi, yang setara ketika Anda mabuk saat menyetir.

Sebuah penelitian yang dilakukan Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika menunjukkan bahwa kelelahan merupakan penyebab 100.000 kecelakaan mobil dan 1.500 kematian selama setahun di AS. Korbannya orang di bawah umur 25 tahun.

Studi yang sama menunjukkan, jika Anda kurang tidur atau memiliki kualitas tidur yang rendah, maka hal itu dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja. Dalam sebuah penelitian, pekerja yang mengeluh mengantuk berlebihan pada siang hari rentan terluka saat bekerja dan secara terus-menerus mengalami kecelakaan yang sama saat bekerja. 

2. Konsentrasi menurun
Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat memengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam "menguatkan" memori dalam pikiran. Jika tidak cukup tidur, maka Anda tidak akan mampu mengingat apa yang Anda pelajari dan alami selama seharian.

3. Masalah kesehatan serius
Gangguan tidur dan kurang tidur tahap kronis dapat membawa Anda pada risiko:

* Penyakit jantung
* Serangan jantung
* Gagal jantung
* Detak jantung tidak teratur
* Tekanan darah tinggi
* Stroke
* Diabetes

Menurut beberapa penelitian, 90 persen penderita insomnia—gangguan tidur yang ditandai dengan sulit tidur dan tetap terjaga sepanjang malam—juga mengalami risiko kesehatan serupa.

4. Gairah seks menurun
Para ahli melaporkan, kurang tidur pada pria dan wanita menurunkan tingkat libido dan dorongan melakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan energi terkuras, mengantuk, dan tensi yang meningkat.

Bagi pria yang mengidap sleep apnea (masalah pernapasan yang mengganggu saat tidur) kurang tidur menyebabkan gairah seksual melempem. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada malam hari.

5. Menyebabkan depresi
Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi.

Gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia, yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 yang melibatkan 10.000 orang terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan mengalami depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi.

Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat Anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

6. Memengaruhi kesehatan kulit
Kebanyakan orang mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Keadaan tersebut benar karena kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah, dan lingkaran hitam di bawah mata.

Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon pertumbuhan. Ketika kita masih muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong pertumbuhan. Dalam hal ini, hormon tersebut membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

"Ini terjadi saat tubuh sedang tidur nyenyak—yang kami sebut tidur gelombang lambat (SWS)—hormon pertumbuhan dilepaskan," kata Phil Gehrman, PhD, CBSM, Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia.

7. Pelupa
Tidak ingin lupa dengan kenangan terbaik dalam hidup Anda? Cobalah perbanyak tidur. Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menemukan bahwa peristiwa otak yang disebut sharp wave ripples bertanggung jawab menguatkan memori pada otak. Peristiwa ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, tempat kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur.

8. Tubuh jadi "melar"
Jika Anda mengabaikan efek kurang tidur, maka bersiaplah dengan ancaman kelebihan berat badan. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan, dan kemungkinan bisa menjadi obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2004, hampir 30 persen dari orang-orang yang tidur kurang dari enam jam sehari cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam sehari.

Penelitian terakhir terfokus pada hubungan antara tidur dan peptida yang mengatur nafsu makan. Ghrelin merangsang rasa lapar dan leptin memberi sinyal kenyang ke otak dan merangsang nafsu makan. Waktu tidur singkat dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan dalam ghrelin.

Kurang tidur tak hanya merangsang nafsu makan. Hal ini juga merangsang hasrat menyantap makanan berlemak dan makanan tinggi karbohidrat. Riset yang tengah berlangsung dilakukan untuk meneliti apakah tidur yang layak harus menjadi bagian standar dari program penurunan berat badan.

9. Meningkatkan risiko kematian
Dalam penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukan bagaimana pola tidur memengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor. Bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

10. Merusak penilaian
terutama tentang tidur
Kurang tidur dapat memengaruhi penafsiran tentang peristiwa. Keadaan tubuh yang lemas membuat kita tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana. Anda yang kurang tidur sangat rentan terhadap penilaian buruk ketika sampai pada saat menilai apa yang kurang terhadap sesuatu.

Dalam dunia yang serba cepat saat ini, kebiasaan tidur menjadi semacam lencana kehormatan. Spesialis mengenai tidur mengatakan, Anda salah jika berpikir Anda baik-baik saja meski kurang tidur karena di mana pun Anda bekerja pada profesi apa pun, akan menjadi masalah besar bila Anda tidak dapat menilai sesuatu dengan baik.

"Studi menunjukkan bahwa dari waktu ke waktu, orang-orang yang tidur selama 6 jam, bukannya 7 atau 8 jam sehari, mulai merasa bahwa mereka telah beradaptasi dengan keadaan kurang tidur. Mereka sudah terbiasa dengan hal itu," kata Gehrman.

"Tapi jika Anda melihat hasil tes kinerja dan kewaspadaan mental, nilai mereka terus memburuk. Hal itu menjelaskan bagaiamana kurang tidur mengganggu aktivitas kita sehari-hari."

sumber:kompas

Menyibak Daya Tahan Merak

"Saya justru mencari tahu mengapa merak jawa hijau masih ada," kata Jarwadi B Hernowo, peneliti dan dosen Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Jarwadi menyampaikan hasil penelitiannya ini pada Simposium Asosiasi Biologi Tropika dan Konservasi, 19-23 Juli 2010.
Merak jawa hijau (Pavo muticus muticus) salah satu jenis burung paling diburu yang kini nyaris punah. Di tengah kerusakan serta menciutnya hutan yang menggerus ruang-ruang hidup bagi aneka satwa burung itulah Jarwadi berusaha menyibak rahasia daya tahan salah satu spesies merak ini di pulau terpadat Indonesia, yaitu Jawa.

Jarwadi mengembangkan riset atau studi kasus di Taman Nasional Baluran, Alas Purwo, serta Meru Betiri di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Jember, Jawa Timur. Ia juga meneliti sebaran merak jawa hijau di hutan-hutan produksi komoditas jati di sekitar taman-taman nasional tersebut.

Di Jawa Barat, Jarwadi mengembangkan risetnya di kawasan hutan Buah Dua, Sumedang. Berikut riset di hutan-hutan pinus di sekitarnya, termasuk hutan di lereng Gunung Cikuray, Garut.

Tidak bergantung
Melalui risetnya, Jarwadi telah mengingatkan pentingnya untuk mengetahui apa saja yang membuat merak hijau jawa masih bisa tetap bertahan hingga sekarang. Dengan mengetahuinya, Jarwadi membuka peluang bagi pemerintah dan masyarakat untuk tetap melestarikan merak jawa hijau.

”Kesimpulannya, merak jawa hijau masih bisa bertahan selama ini karena tidak bergantung kepada hutan,” kata Jarwadi.

Merak jawa hijau masih bisa ditemui Jarwadi di pinggir-pinggir hutan atau taman-taman nasional. Merak jawa hijau itu mendapatkan suplai makanan di padang rumput serta semak belukar yang terdapat di ruang terbuka.

Merak jawa hijau adalah hewan herbivor. Mereka memakan dedaunan rerumputan serta bebijian dari buah semak belukar.

Hutan merupakan tempat berlindung. Merak jawa hijau bertengger di dahan pepohonan hutan yang tinggi. Namun, betina merak jawa hijau ketika bertelur dan mengerami telur-telurnya kembali ke semak belukar.

”Rahasia lain daya tahan merak jawa hijau terletak pada populasi kelompok yang tidak terlampau besar sehingga kelompok-kelompok kecil tersebar hingga bisa mencapai peluang bertahan hidup yang lebih besar,” kata Jarwadi.

Satu kelompok merak jawa hijau bisa berkisar 30 individu. Karakter burung berbobot badan 3 kilogram hingga 5 kilogram ini berpoligami. Satu pejantan merak jawa hijau mengawini 4-7 merak jawa hijau betina. Keunikan lain dijumpai pada tingkat usia populasi merak jawa hijau dalam suatu kelompok.

Karakter usia merak jawa hijau berupa piramida terbalik. Usia merak jawa hijau muda lebih sedikit jika dibandingkan dengan merak jawa hijau tua.

Ada peluang bahwa merak jawa hijau pada usia muda itu lebih suka keluar dari kelompoknya dan hidup mengembara untuk mencari pasangan hidup.

Reog Ponorogo
Menjumpai merak jawa hijau nan molek di Jawa kini barangkali merupakan sebuah kemewahan.

Namun, keindahan bulu-bulunya masih bisa kita nikmati sebagai aksesori reog ponorogo. ”Satu reog ponorogo menggunakan sedikitnya 1.000 helai bulu merak jawa hijau,” kata Jarwadi.

Warna bulu jenis merak ini hijau mengilap.

Satu ekor merak jawa hijau memiliki sekitar 150 helai bulu.

Jenis satwa ini dilarang untuk ditangkap dan diperdagangkan. Kegiatan penangkarannya pun masih teramat langka.

Jumlah populasi di Taman Nasional Meru Betiri pada 2003-2004 berkisar 30 ekor. Di Baluran pada 1995 diketahui masih ada sekitar 100 ekor, sekarang diketahui berkurang menjadi sekitar 75 ekor. ”Di Alas Purwo berbeda. Di sana justru terjadi peningkatan,” kata Jarwadi.

Menurut dia, merak jawa hijau di Alas Purwo pada 1998 diperkirakan mencapai 40 ekor. Pada 2007 ternyata meningkat menjadi 80 ekor.

Peningkatan populasi merak jawa hijau ini diduga akibat berkurangnya perburuan. Pembukaan hutan rapat untuk tumpangsari juga menambah ruang hidup bagi merak jawa hijau.

”Saat ini tidak terlambat bagi pemerintah atau kelompok masyarakat yang ingin melestarikan merak jawa hijau,” kata Jarwadi.

Jenis merak, menurut Jarwadi, terbagi berdasarkan warna hijau dan biru. Jenis merak biru masih terdapat di India, sedangkan merak hijau masih tersebar di Jawa, Myanmar, Malaysia, dan Indochina.

Fragmentasi hutan
Jarwadi menyebutkan, fragmentasi hutan adalah ancaman serius bagi keberlangsungan keragaman genetika merak jawa hijau ataupun satwa liar lain. Fragmentasi hutan adalah berupa kondisi terbelahnya hutan oleh pengalihan fungsi untuk perkebunan, pertanian, atau permukiman.

Fragmentasi menjadikan hutan tak lagi berupa satu keutuhan. Hutan makin terbagi-bagi menjadi bagian lebih kecil. Pada akhirnya, peluang interaksi populasi merak jawa hijau terhadap populasi lainnya terpisahkan. Peluang untuk kawin silang menjadi kian sempit.

”Fragmentasi hutan menyebabkan merosotnya gen-gen merak jawa hijau akibat kawin dengan anggota populasi yang sama,” kata Jarwadi. Anggota populasi yang sama kemungkinan besar sedarah karena merak jawa hijau berpoligami.

Akibat dari perkawinan sedarah itu memerosotkan kualitas genetika merak jawa hijau. Ancaman berikutnya, daya tahan merak hijau jawa akan semakin melemah sehingga akan menuju kepunahan. Hal ini berlaku pula bagi jenis satwa lain. Jarwadi mencemaskan keberadaan merak jawa hijau sekarang.

Asosiasi Biologi Tropika dan Konservasi (The Association for Tropical Biology and Conservation/ATBC) merupakan perhimpunan para biolog dunia. Konferensi asosiasi ini dimulai pada 1963 dan Indonesia sudah terlibat menjadi peserta sejak awal.

Tahun ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi penyelenggara dan tuan rumah konferensi ATBC. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Universitas Indonesia (UI) ditunjuk untuk mengorganisasi penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan 900 ilmuwan di bidang biologi dari sekitar 60 negara tersebut.

Sebanyak 40 simposium digelar untuk mempresentasikan 464 naskah selama empat hari (20-23 Juli 2010). Menurut Kepala LIPI Lukman Hakim, hasil riset lainnya dituangkan ke dalam poster yang digelar mencapai 200 lembar meski pada kenyataannya jauh lebih sedikit dari jumlah tersebut.

Peneliti senior dari Lembaga Center for International Forestry Research (Cifor), Daniel Murdiyarso, mengatakan, persoalan penting sekarang ini salah satunya adalah makin hilangnya berbagai biodiversitas atau keanekaragaman hayati. Kehilangan biodiversitas secara tidak langsung bisa berdampak terhadap kelangsungan pangan.

Presiden ATBC Profesor Frans Bongers, dalam konferensi pers pencanangan Deklarasi Bali dari konferensi ATBC 2010, menyatakan, dengan banyaknya keanekaragaman hayati yang terjaga dengan baik, kita dapat berbuat banyak untuk mencapai hal-hal yang lebih baik.

Melalui risetnya, Jarwadi telah mengingatkan pentingnya untuk mengetahui apa saja yang membuat merak hijau jawa masih bisa tetap bertahan hingga sekarang. Dengan mengetahuinya, Jarwadi membuka peluang bagi pemerintah dan masyarakat untuk tetap melestarikan merak jawa hijau.



sumber. kompas

Jumat, 23 Juli 2010

Polandia Berantas Nyamuk Pakai Kelelawar

WARSAWA, KOMPAS.com Pihak berwenang tak kurang akal untuk melawan gerombolan nyamuk yang membuat warga Warsawa jadi sinting. Tidak menggunakan pestisida, tetapi mereka menggunakan "kotak kelelawar" untuk menarik gerombolan nyamuk itu.

"Pengurus Desa Lelow di Polandia selatan telah membagikan 50 'kotak kelelawar' yang terbuat dari kayu kepada penduduk sebagai upah simbolis, masing-masing, sebesar lima zloty (1,21 euro atau 1,5 dollar AS)," kata Kepala Desa Jerzy Szydlowski.

"Spesies kelelawar kecil dapat tidur di dalam kotak itu, dan pada saat yang sama memakan nyamuk. Satu kelelawar kecil mampu melahap 2.000 nyamuk per hari," Szydlowski menjelaskan.

Populasi nyamuk di banyak daerah Polandia membengkak setelah banjir besar melanda sehingga memorak-porandakan Polandia pada Mei dan Juni.

Szydlowski, yang juga pencinta alam, berharap pada metode ekologis tersebut untuk mengendalikan serangga dan memungkinkan warga desa itu menghindari penggunaan produk bahan kimia untuk memerangi gerombolan nyamuk.

"Kotak kelelawar" yang terbuat dari kayu dibuat sesuai dengan saran para ahli mengenai kelelawar, yang juga mengatakan diperlukan waktu sekitar satu tahun sampai penduduk dapat merasakan manfaat dari kotak itu.

Szydlowski juga berharap, proyek tersebut akan membantu melestarikan populasi kelelawar di Polandia, yang merosot akibat menyusutnya habitat alamiah hewan malam itu.

Kelelawar, satu-satunya hewan mamalia yang dapat terbang, adalah spesies yang dilindungi di Eropa. Kelelawar berasal dari ordo Chiroptera dengan kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap.

Kelelawar merupakan makhluk yang sangat menarik. Dari sekian kemampuan yang dimiliki, hewan ini luar biasa dalam penentuan arah.

Di dalam otak kelelawar terdapat dua jenis neuron (sel saraf) yang mengendalikan sistem sonar. Satu di antaranya mengindera suara ultrasonik (suara di atas jangkauan pendengaran manusia) yang terpantul dan yang lain memerintahkan otot untuk menghasilkan jeritan untuk membuat gema penentuan tempat.

Kedua neuron itu bekerja dalam suatu kesesuaian yang sempurna sehingga penyimpangan amat kecil sekali pun di dalam sinyal yang terpantul akan memperingatkan sinyal berikutnya dan menghasilkan frekuensi jeritan senada dengan frekuensi gema.

Oleh karena itu, nada suara ultrasonik kelelawar berubah menurut lingkungannya. Hal ini berguna untuk meningkatkan efisiensi sebaik mungkin.

sumber: kompas

Rabu, 21 Juli 2010

Ikan Sili Nyaris Punah

SANUR, KOMPAS.com - Ilmuwan biologi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah, mengatakan populasi salah satu ikan sungai yang dikenal dengan nama sili (Mastacembelidae Eel) terancam menurun.
   
"Oleh karena itu, diperlukan konservasi untuk penyelamatan agar tidak punah," kata Dr rer. nat. Windiarini Lestari, peneliti dari Fakultas Biologi Unversitas Jenderal Sudirman (Unsoed Purwokerto di arena pertemuan tahunan Association for Tripical and Conservation (ATBC) di Sanur, Bali, Rabu (21/7/2010).
   
Ia mengatakan diperlukan budi daya agar populasi ikan sili ini tidak semakin menurun. Pada pertemuan ATBC, 19-23 Juli 2010 yang diikuti sekitar 900 ilmuwan dalam negeri dan mancanegara itu, ia memaparkan tema "Ekologi dan Konservasi Mastacembelidea Eel berduri di Sungai Klawing, Jawa Tengah".
   
Ia menjelaskan ada satu spesies ikan sungai yang dikenal dengan nama lokal sili, diketahui sudah menurun populasinya. Dalam arti jumlah ikan tersebut sudah menurun, khususnya pada beberapa sungai di Banyumas dan Purbalingga, termasuk Sungai Serayu di Wonosobo, Jawa Tengah.
   
Dalam penelitian yang dilakukan sejak 2000 di Sungai Klawing, salah satu sungai di Kabupaten Purbalingga, diketahui bahwa tingkat keterancamannya cukup serius.
   
Berdasarkan data penelitian yang dilakukannya sejak tahun 2000-an, tidak pernah didapatkan dalam satu lokasi di sungai lebih dari 10 individu. "Jadi memang (jumlah yang bisa ditemkan) kecil sekali," katanya.
   
Ia memberi contoh di Sungai Klawing, paling banyak hanya bisa
diperoleh tiga hingga empat ekor, itu pun untuk mendapatkan sudah susah sekali, jadi ini memang harus segera mendapat perhatian khusus untuk kita upayakan konservasi dengan budi daya," katanya menengaskan.
   
Menurut dia, membudidayakan ikan itu agar tidak punah, mestinya juga dilakukan oleh otoritas berwenang, seperti dinas perikanan di daerah setempat. "Balai penelitian perikanan memang ada, tapi belum mengarah ke ikan sungai, masih sebatas ikan-ikan konsumsi," katanya.
   
Ikan sili, selain ditangkap untuk konsumsi, juga dikenal sebagai ikan hias. Biasanya orang kalau mau pilih ikan hias itu kalau yang cantik dan bagus.
   
"Nah, salah satu ikan ini dijadikan ikan hias karena motifnya seperti batik berwarna coklat, dan diambil orang karena bentuknya seperti pita, itu diambil untuk dipelihara di aquarium," katanya.
   
Ketika ditanya apakan penurunan populasi ikan itu karena ditangkap untuk konsumsi atau kepentingan ikan hias, ia menjelaskan bahwa masyarakat menangkap ikan itu tanpa sengaja. Jika dapat, dijual ke pedagang ikan.

      
Dasar berlumpur
   
Ia menjelaskan bahwa untuk habitat khusus, ikan ini tidak punya, dan bisa tinggal di hampir di semua sungai. Hanya saja, ikan itu lebih suka tinggal di pinggiran sungai dengan dasar yang berlumpur.
   
Selain itu, sungai tempat habitat ikan itu dinaungi pohon dan tidak bisa kena matahari langsung, dengan makanan utama udang.
   
Menurut dia, masyarakat menangkap di sungai untuk dijual atau dipelihara di akuarium. "Jadi ikan ini diambil di habitat alamnya, sehingga menimbulkan terus menurunnya populasi," kata Windiarini Lestari, doktor lulusan Universitas Goettingen, Jerman dengan spesialisasi "Nature Conservation".
   
Diakuinya bahwa ikan sili yang di Indonesia tercatat ada 11 species, termasuk di Pulau Jawa ada tiga species itu, juga terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
   
"Di Jawa ada tiga species, dan di Unsoed kami hanya mendapatkan dua species, dan satu lagi hingga saat ini satu species belum ditemukan," katanya.
   
Ia mengatakan budi daya ikan itu di Indonesia belum
berhasil, dan penelitian yang dilakukan pihaknya saat ini sedang mengarah ke penemuan cara budi daya.
   
"Kami sedang mencoba ke arah sana, sementara ini kami sedang belajar ekologi, yang kalau kita bilang ekologi itu adalah rumah dari ikan tersebut agar bisa diketahui tempat tinggalnya yang khas yang dia sukai, seperti berlumpur, di bawah naungan, dan agak gelap," katanya.
   
Menjawab pertanyaan apakah di Unsoed ada contoh untuk penelitian budi daya, ia menjelaskan bahwa penelitiannya memang harus ke sungai. "Sampat saat ini kami belum sanggup untuk budi daya," katanya.
   
Ia menambahkan bahwa pihaknya masih studi mengenai berapa populasi yang ada di alam. Jika jumlahnya sedikit, maka harus dicari tempat yang disukai sehingga diketahui persis.
   
Setelah itu, baru dibuatkan manipulasi untuk lokasi yang mirip di alam, dan setelah itu baru dipindahkan. "Setelah bisa bertahan hidup, baru kita coba untuk dikawinkan, yang mengarah ke budi daya," katanya.
   
Menurut dia, melalui forum ATBC 2010 itu, ia hanya ingin mengingatkan bahwa ikan-ikan sungai sudah selayaknya mendapat perhatian karena populasinya sudah menurun. Penurunan itu, baik pada spesies maupun jumlah keragamannya, terutama karena kerusakan habitat sungai akibat penggalian, pencemaran--limbah rumah tannga-- dan juga kegiatan penggalian pasir dan batu.
   
"Padahal tempat itu merupakan sumber utama makanan dan tempat tinggal ikan tersebut," katanya.

sumber:kompas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes