//

Rabu, 29 Desember 2010

Stres Berisiko 1,2 Kali Sebabkan Hipertensi

BOGOR--Orang yang mengalami stres membawa risiko terkena hipertensi 1,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalami stres. Hal ini dikatakan Hardinsyah dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB.

"Perubahan gaya hidup, terutama di perkotaan telah menyumbang munculnya berbagai penyakit tidak menular di antaranya hipertensi dan diabetes melitus," katanya. Hardinsyah menjelaskan, hipertensi dan diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya cukup tinggi di dunia.

Perokok memiliki risiko 1,4 kali lebih tinggi terkena hipertensi dibanding yang tidak pernah merokok. Orang yang memiliki status gizi gemuk berisiko terkena hipertensi 1,2 kali lebih tinggi dibanding yang berstatus gizi normal.

Lingkar perut berisiko memiliki risiko terkena hipertensi 1,5 kali lebih tinggi dibanding yang memiliki lingkar perut tidak berisiko. Dalam penelitian ini orang yang biasa melakukan aktivitas fisik berat memiliki risiko 24 persen lebih kecil terkena hipertensi dibanding yang tidak terbiasa melakukan aktivitas fisik berat.

Dijelaskannya, di Indonesia, penderita hipertensi terus meningkat. Hasil Survei Kesehatan Nasional (Surkesnas, 2001) menunjukkan proporsi hipertensi pada pria 27 persen dan wanita 29 persen. Sedangkan hasil SKRT (2004), hipertensi pada pria 12,2 persen dan wanita 15,5 persen.

Sementara hasil SKRT tahun 1992, 1995, dan 2001, kata Herdinsyah, penyakit hipertensi selalu menduduki peringkat pertama dengan prevalensi terus meningkat yaitu 16,0 persen, 18,9 persen, dan 26,4 persen.

"Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas (2008) mengungkap bahwa prevalensi hipertensi berdasar pengukuran pada penduduk umur diatas 18 tahun adalah sebesar 31,6 persen," kata Herdinsyah.

Sementara kata Herdinsyah, penderita diabetes di Indonesia telah mencapai angka 8,4 juta pada 2000 dan diperkirakan menjadi sekitar 21,3 juta pada 2020. Herdinsyah menyebutkan, tingginya jumlah penderita tersebut, menjadikan Indonesia menempati urutan keempat dunia setelah Amerika Serikat, India dan China (Diabetes Care, 2004).

sumber: republika

Selasa, 28 Desember 2010

Tahukah Anda: Omelan Buruk bagi Kesehatan

KOPENHAGEN--Jangan kaget jika pasangan yang salah satu dari mereka gemar mengomel, mati mendadak. Klaim penelitian terbaru menyebut, kegemaran mengomel akan berdampak buruk bagi kesehatan, tepatnya, jantung kita.

Penelitian yang dihajat Universitas Kopenhagen di Denmark menunjukkan, seseorang yang mitra nya memiliki "tuntutan yang berlebihan" secara signifikan dapat meningkatkan risiko seseorang menderita angina - kondisi yang  dapat menjadi pelopor untuk serangan jantung.

"Kekhawatiran serius dari orang lain yang signifikan tampaknya menjadi faktor risiko penting," kata penulis laporan yang diterbitkan di Journal of Epidemiology and Community Health ini.

Dalam sebuah studi selama enam tahun melibatkan 4.500 pria dan wanita berusia 40 dan 50, mereka meneliti fakrot-faktor yang terkait dengan kebiasaan dan dampak yang ditimbulkan dalam sebuah interaksi suami-istri. Hasilnya, mereka yang memiliki pasangan gemar mengomel dan menuntut berisiko hampir empat kali lipat, sedangkan stres dari anak-anak dan lainnya yang dicintai meningkatkan hampir dua kali lipat risiko serangan jantung.

Mengomentari laporan tersebut, Cathy Ross, seorang praktisi medis di British Heart Foundation, mengatakan: "Ada bukti stres dapat dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, tetapi mekanisme bagaimana hal ini terjadi adalah tidak jelas dipahami."

sumber: republika

Senin, 27 Desember 2010

Tikus berkicau hasil rekayasa genetika

Ilmuwan di Jepang melakukan rekayasa genetika sehingga tikus percobaan di laboratorium mereka bisa berkicau seperti burung. Bagaimana penemuan ini bisa membantu memahami asal mula bahasa manusia?

Tim peneliti dari University of Osaka tersebut mengaku sudah melakukan persilangan gen pada tikus-tikus beberapa generasi. Setiap tikus yang lahir diperiksa satu per satu untuk menemukan perbedaan. "Suatu hari kami menemukan tikus yang 'bernyanyi' seperti burung," kata Arikumi Uchimura yang memimpin studi. Tim Uchimura mengaku terkejut. "Kami cuma mengharapkan perbedaan fisik," katanya lewat telepon kepada Discovery News. Saat ini mereka memiliki 100 tikus yang bisa berkicau untuk penelitian lanjutan.

Video tikus itu dapat dilihat di http://youtu.be/yLu37VvCozw.

Uchimura dan timnya berharap bisa menemukan petunjuk mengenai evolusi bahasa manusia. Di beberapa negara, ada penelitian-penelitian yang mempelajari suara burung, seperti burung pipit, untuk membantu menemukan asal mula bahasa manusia. Uchimura menganggap penelitian menggunakan tikus lebih baik daripada burung. "Tikus adalah mamalia. Struktur otaknya lebih mirip dengan manusia," jelasnya.

Peneliti di Osaka mencari tahu efek tikus berkicau tersebut pada tikus normal dengan menempatkan tikus hasil rekayasa genetika itu di grup tikus normal. Hasilnya, tikus normal yang tumbuh bersama tikus berkicau lebih sedikit mengeluarkan suara ultrasonik. Ini bukti kalau metode komunikasi menyebar dalam grup, seperti logat.

Tikus berkicau bersuara lebih keras ketika diletakkan pada lingkungan baru atau ketika tikus jantan diletakkan satu tempat dengan tikus betina. "Mungkin ungkapan emosi atau kondisi tubuh tertentu," Uchimura menerka.

Uchimura berharap ada evolusi tikus lewat rekayasa ini. "Saya tahu ini konyol, tapi saya berharap membuat Mickey Mouse suatu hari nanti," Uchimura menegaskan cita-citanya.
 
 

Otak Rekam Kata Baru Tak Lebih 15 Menit

Otak akan mempelajari sebuah kata baru dalam waktu kurang dari 15 menit. Cukup perdengarkan kata tersebut sebanyak 160 kali. Menurut para ilmuwan di University of Cambridge, otak akan membuat jaringan saraf baru untuk mengingat kata tersebut.

Temuan para ilmuwan ini menjelaskan kalau waktu yang dibutuhkan otak untuk mempelajari kata itu ternyata lebih cepat dari pada perkiraan.

Penelitian dilakukan dengan menempatkan elektroda di kepala 16 relawan yang sehat. Aktivitas otak mereka dimonitor selama mengikuti pengujian yang terdiri dari 2 tahap. Pada tahap pertama, para relawan diperdengarkan pada kata-kata yang sudah familiar. Tahap kedua, mereka diperdengarkan pada kata asing yang disebut berulang-ulang.

Di awal tahap kedua, aktivitas otak menunjukkan kalau otak berusaha mengenali kata tersebut. Tapi, setelah 160 kali pengulangan dalam 14 menit, aktivitas otak tidak dapat dibedakan dengan aktivitas otak di tahap pertama. "Secara virtual tidak ada bedanya," kata Dr. Yury Shtyrov yang terlibat dalam penelitian.
"Untuk mendengarkan saja sudah membantu untuk belajar bahasa," ujar Dr. Shtyrov kepada The Telegraph. Akan tetapi, untuk mengucapkan kata tersebut, butuh jaringan saraf baru, yakni bagian otak yang mengatur bicara.

Meski demikian, penelitian ini tidak bertujuan untuk membantu turis belajar bahasa. Menurut Dr. Shtyrov, penelitian ini untuk membantu pasien stroke mengembalikan kemampuan bicara. Untuk itu, University of Cambridge menggandeng Cognition & Brain Sciences Unit dari Medical Research Council untuk mengembangkan sebuah terapi afasia yang diberi nama CIAT (Constraint-induced Aphasia Therapy). Afasia merupakan kehilangan kemampuan bicara akibat sakit, cacat, atau cedera pada otak.

Tes berikutnya akan melibatkan pasien stroke. Seperti dijelaskan Dr. Shtyrov, rehabilitasi bisa cepat dengan menargetkan bagian otak untuk memori. "Kuncinya adalah repetisi. Otak bekerja dengan baik pada saat kondisi santai dan tidak berusaha mengingat," jelasnya.

Ia memberi contoh dalam bidang olah raga. Seseorang bisa hapal nama pemain, tim, bahkan aturan dengan baik. "Itu karena setiap informasi selalu berulang dan orang merasa tidak perlu menghapal. Otak tidak dapat menghapal semua hal. Otak memilih yang penting dan yang tidak penting," tegas Dr. Shtyrov.(National Geographic Indonesia/Stephanie Silitonga)

sumber: kompas

Minggu, 26 Desember 2010

Yoga Buruk untuk Lutut?

Yoga mungkin baik bagi spiritual anda, namun sungguh buruk bagi lutut anda, demikian peringatan dari seorang ahli bedah tulang. Pakar bernama Ashok Rajgopal itu mengungkapkan telah melakukan operasi penggantian tulang lutut sejumlah guru yoga terkemuka.

Peringatan Rajgopal merupakan tantangan serius bagi mereka yang mengatakan yoga dapat menghambat efek penuaan dan membuat perasaan pelakunya lebih kuat, tenang dan damai dengan dunia. Maklum pula, yoga kini menjadi industri global bernilai jutaan dolar.

Beberapa guru yoga ternama, yang telah membangun kekaisaran dunia lewat penampilannya di televisi meyakini latihan nafas lewat Yoga bahkan bisa menyembuhkan penyakit seperti HIV AIDS dan Kanker.

Maklum pula, yoga kini menjadi industri global bernilai jutaan dolar. Di Amerika Serikat saja, 4 juta dolar lebih telah dihabiskan untuk peralatan yoga dan 15 juta orang mempraktekan yoga secara rutin.

Namun, menurut Dr Rajgopal, latihan tarikan otot ekstrim yang menjadi jantung disiplin yoga dapat menimbulkan tekanan menakutkan pada persendian yang mengarah pada arthritis. Ia sendiri telah menyaksikan insiden penyakit tulang dan persendian di kalangan pengikut praktek yoga.

"Yoga indah bila dilakukan di lingkungan terkontrol, Banyak guru yoga harus menjalani operasi lutut. Mereka terpengaruh oleh postur yoga," ujarnya kepada Daily Telegraph

"Postur ekstrem seperti menekuk lutut sangat dalam, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa melakukan postur semacam itu, akan sangat menyakitkan, dalam pengertian menimbulkan tekanan abnormal dan kerusakan pada cartilago. Itu akan sangat menyakitkan.

Ia mengatakan ia telah melihat masalah-masalah khusus dikalangan pelaku yoga dalam kelas-kelas yang terdiri lebih dari 100 orang. "Saya menyaksikan jumlah nyata orang-orang yang tak terlatih baik mengikuti yoga lalu menyakiti diri sendiri," ujarnya.

Sebagian orang-orang harus membangun tingkat di mana mereka baru bisa melakukan postur tersebut tanpa melukai persendian mereka.

Kebanyakan guru yoga menderita masalah lutut dan persendian dari melakukan postur 'vajrasana' juga dikenal sebagai posisi halilintar di mana praktisi berlutut dengan tumit terselip di bawah pantat sementara ia melakukan pernafasan pranayama secara terus menerus.

Seorang instruktur di Yogalife, India, Savira Gupta, mengatakan meski mungkin mengalami cedera dalam yoga, hal itu dapat dihindari perlahan-lahan dengan latihan lebih berat. "Anatomi adalah kunci ketika anda mengajarkan yoga karena setiap orang memiliki tubuh dan bangunan berbeda," ujarnya. Anda harus sangat berhati-hati bagaimana menjaga seseorang melakukan postur tertentu tanpa melukainya. Semua harus dilakukan berdasar seberapa kemampuan tubuh bisa merespon," papar Savira. "Dengan arah dan latihan yang tepat seseorang dapat terhindar dari cedera."


sumber: republika

Bukti Nyata Pemanasan Global

PARIS,Para ilmuwan menegaskan, badai salju dan suhu dingin ekstrem yang melanda Eropa akhir-akhir ini adalah efek langsung dari pemanasan global. Anomali iklim tersebut masih mengakibatkan gangguan transportasi hingga Rabu (22/12/2010), pada saat jutaan warga Eropa bersiap mudik untuk merayakan Natal di kampung halaman.
Para peneliti dari Potsdam Institute for Climate Impact Research (Potsdam-Institut für Klimafolgenforschung/PIK) di Jerman mengatakan, musim dingin ekstrem yang terjadi berturut-turut di benua Eropa dalam 10 tahun belakangan ini adalah akibat mencairnya lapisan es di kawasan Artik, dekat Kutub Utara, akibat pemanasan global.
Hilangnya lapisan es membuat permukaan laut di Samudra Artik langsung terkena sinar matahari. Energi panas matahari, yang biasanya dipantulkan lagi ke luar angkasa oleh lapisan es berwarna putih, kini terserap oleh permukaan laut, membuat laut di kawasan kutub itu memanas dan mengubah pola aliran udara di atmosfer.
Dalam model komputer, yang dibuat PIK dan dimuat di Journal of Geophysical Research awal bulan ini, terlihat kenaikan suhu udara di lautan Artik tersebut menimbulkan sistem tekanan tinggi. Sistem tekanan tinggi inilah yang membawa udara dingin kutub ke daratan Eropa.
”Anomali ini bisa melipat tigakan probabilitas terjadinya musim dingin yang ekstrem di Eropa dan Asia utara,” ungkap Vladimir Petoukhov, fisikawan dan peneliti utama PIK.
Petoukhov menambahkan, efek aliran udara dingin dari kutub utara itu akan makin parah saat terjadi gangguan pada arus udara panas yang melintasi Samudra Atlantik dan perubahan aktivitas matahari.
Itulah yang terjadi saat ini. Para pakar cuaca mengatakan, saat ini arus udara hangat dari pantai timur AS (Gulf Stream) terhalang dan berbelok arah di tengah-tengah Atlantik.
Hal itu membuat aliran udara dingin dari Artik dan Eropa Timur tak terbendung masuk ke Eropa Barat. Saat arus dingin ini melintasi Laut Utara dan Laut Irlandia, uap air dari laut tersebut diubah menjadi salju dalam skala sangat besar dan menyebabkan badai salju parah di negara-negara Eropa Barat.

Mulai pulih

Otoritas penerbangan sipil Perancis, DGAC, Rabu, mengeluarkan peringatan, salju akan turun lagi di kawasan Paris pada Rabu sore dan kemungkinan akan terjadi pembatalan penerbangan lagi untuk jadwal penerbangan setelah pukul 17.00. Peringatan tersebut keluar saat kondisi penerbangan di Eropa baru mulai pulih setelah terpuruk dalam kekacauan total sejak akhir pekan lalu.
Bandara Frankfurt di Jerman baru membatalkan 70 dari total 1.300 penerbangan yang dijadwalkan Rabu. Jumlah ini menurun signifikan dibanding Selasa, saat 550 penerbangan dibatalkan.
Dua landasan pacu di Bandara Heathrow, London, Inggris, juga sudah dibuka sejak Selasa malam dan kini bandara tersibuk di Inggris tersebut sudah beroperasi 70 persen mendekati normal. ”Kami lega karena akan bisa menyingkirkan semua salju hari ini,” tutur juru bicara Bandara Heathrow.
Sekitar 1.000 orang terpaksa bermalam di Heathrow, dan 300 penumpang terdampar di Bandara Frankfurt, Selasa malam.
"Sangat menyedihkan, rasanya seperti berada di negara dunia ketiga," tutur seorang penumpang bernama Janice Phillips (29), yang terdampar di Heathrow dalam perjalanan pulang ke Minneapolis, AS.
Dua bandara utama di Paris, Charles de Gaulle dan Orly, dibuka 24 jam penuh untuk mengurai penumpukan penumpang akibat pembatalan dan penundaan selama berhari-hari. Maskapai Air France-KLM memperkirakan menderita kerugian hingga 35 juta euro (Rp 415,1 miliar) akibat gangguan cuaca bulan ini.
Sementara itu, suhu ekstrem terus melanda Eropa. Kota Holbaek, 65 kilometer sebelah barat Kopenhagen, Denmark, mencatat suhu minus 22,5 derajat celsius, Selasa malam. Ini adalah rekor suhu terendah di Denmark dalam 29 tahun terakhir.
Di Krasnoyarsk, Siberia, Rusia, suhu anjlok hingga 50 derajat celsius di bawah titik beku, menyebabkan sebuah bus mengalami kegagalan teknis dan bertabrakan, menewaskan delapan penumpangnya.
Cuaca dingin juga membuat harga minyak mentah dunia terus naik. Di pasar Asia, Rabu, harga minyak mentah Brent untuk pesanan bulan Februari naik 29 sen menjadi 93,49 dollar AS per barel, atau tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Harga diperkirakan masih akan terus naik seiring cuaca dingin ekstrem yang diramalkan masih akan terjadi sampai akhir tahun.

Warga LA dievakuasi

Cuaca ekstrem juga terjadi di AS. Hujan deras, banjir, dan tanah longsor melanda negara bagian California. Curah hujan yang turun di pusat kota Los Angeles (LA) sepekan terakhir sudah mencapai sepertiga dari curah hujan tahunan di kota tersebut.
Pihak berwajib telah mengevakuasi 232 keluarga di kawasan La Canada Flintridge dan La Crescenta di pinggiran LA, yang terletak di dekat perbukitan yang sudah jenuh oleh air hujan dan dikhawatirkan longsor. Evakuasi juga dilakukan di San Diego.
Cuaca ekstrem yang melanda Eropa belum mengurangi minat warga Indonesia menghabiskan libur akhir tahun ke sana. Hasil pemantauan di sejumlah biro perjalanan di Jakarta, Rabu, belum ada rombongan yang membatalkan rencana kunjungan mereka ke Eropa.
"Beberapa pelanggan memang menanyakan kondisi di Eropa, tapi sejauh ini belum ada pembatalan," kata pegawai perjalanan luar negeri Bayu Buana Tour and Travel, Jonas Sinambela.
Manajer Hubungan Masyarakat dan Media Panorama Tours Anita Hartono menjelaskan, saat ini mereka melayani perjalanan wisata sedikitnya 300 WNI dalam 20 kelompok ke Eropa.(AP/AFP/Reuters/DHF/JOE/ HAM/SIN/ARA/EGI/AYS)


sumber : kompas

Sabtu, 25 Desember 2010

Terumbu Karang Pun Memutih

Oleh M Zaid Wahyudi
Peningkatan suhu permukaan laut tidak hanya memengaruhi cuaca di muka bumi, tetapi juga membuat banyak terumbu karang di berbagai wilayah memutih. Sebagian terumbu karang yang memutih mengalami proses pemulihan yang cepat, tetapi banyak pula yang akhirnya mati.
Survei Program Kelautan The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, yang dipimpin Joanne Wilson, di delapan lokasi terumbu karang Taman Nasional Wakatobi pada April 2010 menyebutkan, 60 persen-65 persen terumbu karang yang diamati mengalami pemutihan (bleaching) dengan berbagai tingkatan. Sebanyak 10 persen-17 persen pemutihannya total.
Kedelapan lokasi pengamatan itu adalah Karang Matahora, Karang Gurita, Karang Kapota, Karang Otiole, Karang Kaledupa, Karang Koko, Karang Moromahu, dan Palahidu.

Terumbu karang yang mengalami pemutihan hingga lebih dari 20 persen adalah Karang Otiolo, Karang Kaledupa, dan Karang Palahidu. Sementara itu, terumbu karang yang paling sehat terdapat di Karang Gurita (70 persen) serta Karang Koko dan Karang Matahora antara 45 persen dan 50 persen.
Tingginya jumlah karang sehat di Karang Gurita tidak berarti bahwa di situ terumbu karangnya betul-betul sehat. Kondisi itu lebih disebabkan karang di daerah tersebut berupa koloni tunggal atau koloni kecil.
Karang yang mengalami pemutihan total umumnya dari spesies Seriatopora, sedangkan yang pemutihannya moderat dari jenis Pocillopora, non-Acropora bercabang, dan Acropora palifera. Jenis karang yang paling bisa bertahan adalah Acropora.
Informasi dari sejumlah penyelam menyebutkan, pemutihan terumbu karang Wakatobi terjadi sejak Maret 2010. Perbedaan kuantitas dan kualitas pemutihan di delapan lokasi yang diamati disebabkan oleh variasi temperatur muka air laut yang bersifat lokal serta kualitas air dan komposisi spesies yang berbeda-beda.

Pemutihan

Pemutihan total pada terumbu karang menandakan proses simbiosis mutualisme antara karang dan zooxanthellae sudah tak terjadi lagi. Zooxanthellae telah keluar meninggalkan jaringan sel karang. Namun, untuk terumbu karang yang memutih sebagian menunjukkan zooxanthellae-nya masih ada meskipun tak bisa bekerja optimal.

BL Willis dalam Biology of Reef Corals (James Cook University, 1997) menyebutkan, keluarnya zooxanthellae, sejenis tumbuhan alga bersel tunggal, menyebabkan sumber makanan bagi karang tidak ada lagi. Padahal, karang memanfaatkan hasil fotosintesis zooxanthellae untuk bertahan hidup.
Perginya zooxanthellae itu dapat disebabkan perubahan suhu, kadar garam atau tingkat salinitas, ataupun perbedaan konsentrasi kimia lingkungan sekitarnya secara tiba-tiba. Perubahan lingkungan secara tiba-tiba itu mudah membuat biota yang ada di dalamnya menjadi stres.
Pemutihan juga bisa disebabkan kehadiran bintang laut berduri. Namun, pemutihan akibat binatang ini umumnya membentuk alur geraknya.

Koordinator Perikanan Program Bersama TNC-World Wide Fund for Nature (WWF) Wakatobi Sugiyanta mengatakan, pemutihan terumbu karang di Taman Nasional Wakatobi tidak hanya disebabkan meningkatnya suhu permukaan laut. Sebagian pemutihan juga disebabkan oleh penggunaan potasium dan bom dalam penangkapan ikan.
"Pemutihan yang diakibatkan oleh potasium atau bom ikan biasanya terjadi pada titik-titik tertentu saja, sedangkan pemutihan akibat kenaikan suhu muka laut biasanya terjadi secara merata," katanya.

Pemulihan

Meskipun turut terkena dampak dari pemanasan suhu permukaan laut, terumbu karang Wakatobi paling cepat pulih dibandingkan dengan terumbu karang yang juga mengalami pemutihan di tempat lain. Kembali normalnya kondisi terumbu karang Wakatobi dipicu oleh cepat normalnya perairan Wakatobi hingga mengundang kembali zooxanthellae.

Pimpinan Program Kawasan Perlindungan Laut WWF Indonesia, Veda Santiaji, mengatakan, terumbu karang Wakatobi memang memiliki kemampuan bertahan yang cukup baik akibat perubahan lingkungan. Sepanjang 2003-2008, saat banyak terumbu karang di berbagai belahan dunia memutih, terumbu karang Wakatobi relatif lebih terjaga.

Terumbu karang Wakatobi baru menunjukkan gejala memutih pada 2009. Pengukuran kuantitatif pemutihan itu baru dilakukan pada April 2010.
Namun, saat dicek ulang pada September 2010, kondisi sejumlah terumbu karang sudah pulih. Pulihnya terumbu karang dalam waktu cepat tentu menggembirakan karena pemulihan terumbu karang di tempat lain berlangsung lama.

"Saat tempat lain sudah memutih, terumbu karang Wakatobi belum tersentuh. Sebaliknya, saat daerah lain belum pulih, Wakatobi sudah pulih lebih dulu," katanya.
Pulihnya terumbu karang itu ditandai dengan membaiknya kondisi tutupan pada bagian terumbu karang yang semula mengalami kerusakan.

Namun, belum dipastikan apakah semua spesies karang yang dulu memutih sudah pulih seperti sedia kala. Sejumlah spesies karang bisa pulih dengan cepat atau memiliki kemampuan bertahan yang baik terhadap perubahan lingkungan. Namun, ada pula spesies karang yang justru lebih lambat untuk memulihkan diri.
Karang yang lambat memulihkan diri dengan mudah digantikan oleh karang yang pemulihannya lebih cepat. Kondisi ini berakibat pada dominasi salah satu spesies karang tertentu dalam satu wilayah perairan.
Menurut Veda, pemulihan yang cepat itu disebabkan oleh karakter perairan Wakatobi yang terbuka sehingga memudahkan pergerakan arus laut. Perairan Wakatobi diapit Laut Banda di sisi utara dan timur serta Laut Flores di sisi barat dan selatan.

Pergerakan arus di permukaan mendorong pergerakan arus dari laut dalam ke permukaan. Kondisi itu membuat suhu permukaan laut Wakatobi lebih mudah terjaga kestabilannya.
Sugiyanta menambahkan, pemulihan yang cepat itu juga disebabkan kondisi perairan Wakatobi yang masih cukup baik dan jauh dari polusi.

Saat kondisi perairan kembali normal, zooxanthellae akan kembali mendekati karang sehingga karang kembali berwarna. Akibatnya, terumbu karang yang umumnya hidup di perairan dangkal pun cepat pulih.
Membaiknya terumbu karang memberi arti besar bagi nelayan. Terumbu karang adalah tempat terbaik bagi ikan-ikan untuk berbiak. Karena itu, baiknya kondisi terumbu karang merupakan indikator melimpahnya ikan di sekitar wilayah perairan tersebut.


sumber: kompas 

Jumat, 24 Desember 2010

Ganggang jadi bahan bakar pesawat

Profesor Feargal Brennan dan tim peneliti dari Universitas Cranfield, Inggris mengkaji pemakaian ganggang dari jenis tertentu untuk diolah menjadi bahan bakar bagi pesawat terbang. Bila berhasil, artinya bahan bahan bakar nabati yang sangat ramah lingkungan akan dapat diaplikasikan tak hanya pada mobil atau motor tetapi juga di pesawat.

Kandungan karbon yang rendah membuat biofuel unggul dibandingkan bahan bakar biasa. Suatu penerbangan dengan bahan bakar nabati diperkirakan akan mengurangi emisi gas karbondioksida sebanyak sekurang-kurangnya 80 persen. Dan dalam hal biaya, bahan bakar ini sangat ekonomis. 

Ganggang dipilih karena dianggap tidak bersinggungan langsung dengan kapasitas sumber pangan manusia, serta tidak merampas lahan pertanian.

Brennan sendiri yakin bahwa bahan bakar nabati berbahan baku ganggang ini dapat diproduksi secara massal dan komersial dalam empat tahun mendatang. Ganggang memiliki kelebihan dari segi ketersediaan. Dalam setahun saja, panenannya bisa 30 hingga 50 kali panen.


Kamis, 23 Desember 2010

Bagaimana musik pengaruhi aktivitas otak?

Mengapa musik tertentu dapat menggugah, sedangkan yang lainnya datar-datar saja?

Ilmuwan dari Florida Atlantic University mengidentifikasi aspek-aspek utama dalam pertunjukan musik yang menyebabkan emosi dengan mempelajari aktivitas otak. 

Para peneliti merekam seorang pianis memainkan Etude in E Major, Op. 10, No. 3, karya Frederic Chopin dengan piano di komputer. Versi ini disebut "performa ekspresif".

Para peneliti juga merekam komposisi yang sama menggunakan komputer, tapi bukan hasil permainan seorang pianis. Versi ini diberi nama "performa mekanik". 

Kedua versi memiliki elemen-elemen musik yang secara rata-rata sama--melodi, harmoni, ritme, tempo, dan kenyaringan. Hanya saja performa ekspresif memiliki perubahan dinamika dalam tempo dan kenyaringan, suatu variasi yang sering digunakan pianis untuk membangkitkan emosi.

Partisipan dalam uji coba ini dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang yang berpengalaman dalam dunia musik, meskipun mereka belum tentu musisi profesional. "Mereka adalah orang yang pernah terlibat dalam paduan suara atau bermain untuk sebuah band," ujar Edward Large, peneliti utama dalam penelitian berjudul Dynamic Emotional and Neural Responses to Music Depend on Performance Expression and Listener Experience ini. Kelompok kedua adalah orang-orang tidak berpengalaman dengan musik. 

Peneliti menggunakan pencitraan saraf fMRI, yaitu pencitraan magnetik MRI yang mengukur perubahan dalam aliran darah terkait aktivitas saraf di otak ketika para partisipan mendengarkan kedua versi musik yang disediakan. 

Analisis aktivitas otak dilakukan untuk membandingkan respons atas performa ekspresif dengan performa mekanik. Mereka juga membandingkan respons pendengar berpengalaman dengan yang tidak berpengalaman. Efek perubahan tempo terhadap aktivitas otak juga diperhatikan.

Penelitian dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama, partisipan diminta melaporkan perasaan mereka. Kemudian, lanjut pada tahap kedua, mereka ditempatkan dalam fMRI dan diminta berbaring tanpa bergerak dalam alat pemindai dengan mata tertutup. Partisipan diminta mendengarkan kedua versi musik tanpa melaporkan respons emosional mereka. Setelah fMRI, mereka melaporkan lagi emosi yang dirasakan.

Hasil studi yang dipublikasi PLoS One ini membenarkan hipotesis bahwa musik yang dimainkan secara ekspresif oleh manusia memicu emosi dan memicu aktivitas saraf tertentu pada otak. Selain itu, pendengar yang punya pengalaman mengalami peningkatan aktivitas di pusat emosi pada otak.

Hasil penelitian menunjukkan aktivitas saraf yang mengikuti nuansa pertunjukan musik secara langsung. Aktivitas tersebut muncul di bagian otak yang mengatur gerak motorik untuk mengikuti irama musik. Aktivasi bagian sistem saraf cermin, sistem yang pegang peran penting dalam memahami dan meniru tindakan, juga terjadi.

“Sebelumnya, sudah diteorikan bahwa sistem syaraf cermin memberi mekanisme di mana pendengar merasakan emosi penampil (musisi), membuat komunikasi musikal menjadi bentuk empati. Hasil kami cenderung mendukung hipotesis itu,” ujar Large.
 
 

Rabu, 08 Desember 2010

Malas Ganti Bantal Bisa Bahaya!

Ada beberapa hal umum yang biasa kita lakukan ternyata tak baik untuk kesehatan. Beberapa hal berikut ini adalah di antaranya:

Tidak pernah mengganti bantal
Di pagi hari, pernah mendapati mata Anda berkantung, kepala serasa penuh sesak? Hm, mungkin Anda perlu melihat bantal Anda. Binatang-binatang kecil atau debu yang mengendap di bantal tersebut bisa menjadi masalah untuk kesehatan Anda. Jika tak pernah dicuci selama bertahun-tahun, bantal yang sering dipakai dan tak pernah dicuci bisa menyimpan kutu-kutu kecil, lengkap dengan kotoran mereka, dan setiap malam Anda pun menghirup itu semua. Begitu papar Steven M. Houser, MD, direktur bagian alergi dan sistem pernapasan di MetroHealth, Ohio. Alergen-alergen ini akan terakumulasi dan memicu alergi serta asma pada orang yang punya sensitif dengan hal tersebut. Disarankan untuk menggunakan alas yang bebas debu pada bantal dan matras.

Tak ingat kapan terakhir kali mengganti sikat gigi
Tak pernah mengganti sikat gigi sama dengan menabung bakteri pada mulut. Bakteri, jamur, dan virus siap menempel pada sikat gigi Anda lalu berpindah ke rongga mulut Anda. "Bakteri yang berkaitan dengan penyakit mulut dan kesehatan jantung bisa beranak pinak," jelas Hemali Ajmera, DDS, dokter gigi kosmetik asal New York. Apalagi jika Anda menaruh sikat gigi tersebut bersama dengan sikat gigi anggota keluarga lainnya. Disarankan untuk mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali. Namun, untuk anak-anak yang sering menggigit sikat giginya serta mereka yang mengenakan kawat gigi, disarankan untuk mengganti lebih sering.

Bayar utang tidur di akhir pekan
Di hari kerja, kebanyakan kita bangun pagi-pagi sekali, dengan badan agak mengantuk lalu menyemangati diri bahwa Anda bisa "balas dendam" tidur di akhir pekan. Sayangnya, hal ini justru tidak baik bagi tubuh. Menurut Jack D. Gardner, MD, direktur Medical Sleep Solutions Center di Dallas, tidur tidak seperti celengan, yang bisa Anda masukkan, lalu keluarkan sesuka hati. Tidur lebih lama di akhir pekan bisa mengubah sistem hormon tubuh yang mengatur ritme sirkadia Anda, yakni melatonin dan kortisol. Anda justru akan merasa lelah dan sulit tidur di malam harinya jika Anda bangun siang sekali di hari libur.

Sebaiknya, Anda tetap konsisten dengan pola tidur sehari-hari. Nyalakan lampu, buka tirai, paparkan diri pada sinar matahari untuk memberi sinyal pada diri bahwa sudah saatnya bangun.Meregangkan punggung begitu bangun tidur (bahkan saat masih di tempat tidur)
Meregangkan punggung begitu bangun tidur memang bisa mengurangi sakit pada bagian punggung, namun ternyata bisa berbahaya bagi tulang punggung. "Saat tidur di malam hari, disk pada tulang punggung menyimpan air. Ketika Anda bangun tidur lalu langsung meregangkan tulang punggung, maka Anda menambah tekanan pada disk tersebut," jelas Ted Dreisinger, PhD, FACSM, pimpinan Therapy Advisors, San Diego, AS.

Disarankan, sebelum meregangkan punggung di pagi hari, ambil waktu 10 menit untuk melakukan rutinitas, seperti minum kopi, mencuci wajah, dan menyikat gigi. Setelah itu, lakukan peregangan simpel, seperti menaruh kedua telapak tangan di pipi bokong, seperti menempelkan telapak ke kantung belakang celana, lalu regangkan badan ke belakang sambil bertumpu pada kedua telapak itu (seperti kayang), tahan 3 detik, ulangi 3-4 kali.

Tahan pipis
Saking sibuknya hari-hari Anda, keinginan untuk buang air kecil pun seringkali ditahan-tahan. Masalahnya, ketika Anda menahan buang air kecil, hal itu bisa merusak kantung kemih, jelas Tristi Muir, MD, dari University of Texas Medical Branch. Saat ini terjadi, kantung kemih Anda pun akan mengalami kesulitan untuk berkontraksi dengan baik, sehingga sulit untuk mengosongkan isinya. Hal ini bisa berakibat pada infeksi kantung kemih, atau kesulitan mengatur kantung kemih.

Amat disarankan untuk langsung membuang air seni begitu terasa keinginan untuk membuang air seni. Jika sering membuang air kecil adalah masalah, bicarakan dengan dokter Anda, atau kurangi asupan minum yang bersifat diuretik, seperti kafein, alkohol, makanan pedas, minuman berkarbonasi, cokelat, dan teh.

Menyampir tas laptop di satu sisi pundak yang sama
Perhatikan kebiasaan Anda dalam membawa tas. Apakah Anda menggunakan sisi yang sama terus menerus? Jika ya, coba gunakan sisi yang berlainan untuk mencegah masalah di kemudian hari. Menggendong barang berat di satu sisi yang sama berhari-hari bisa menyebabkan masalah pada otot dan sakit di bagian leher, pundak, dan lengan. Menenteng tas tangan juga bisa memicu sakit pada lengan akibat gerakan mencengkeram serta memutar tangan. Karena itu, cobalah untuk mengganti pundak sebagai tumuan tas dalam kegiatan sehari-hari.

Hak tinggi setiap hari? Waspadalah!
Memakai hak tinggi mungkin terlihat menarik, tetapi jika dikenakan terus menerus, otot tendon Achilles Anda bisa memendek, dan jika kondisi ini sudah terjadi, saat Anda melepas sepatu hak tinggi, maka Anda akan menarik tulang tumit dan menempatkan Anda pada kondisi yang sangat menyakitkan. Kondisi menyakitkan ini pada akhirnya akan menyebabkan peradangan pada jaringan yang menjalar ke telapak kaki, menambah masalah pada bagian berlemak telapak kaki, yang sebenarnya akan berkurang seiring bertambah usia, sehingga ketika Anda mencoba menggunakan hak tinggi, situasi justru akan makin parah.

Sebelum itu terjadi, sering-seringlah ganti sepatu hak tinggi Anda dengan sepatu datar, kalau bisa, berjalan tanpa alas sesekali di atas rumput (yang bebas dari benda tajam) juga bisa membantu kesehatan telapak kaki Anda.




sumber: kompas

Wah... Salju Everest Tercemar Arsenik

Senyawa beracun arsenik dan kadmium ditemukan di sampel salju Everest. Hal itu terungkap lewat penelitian Samantha Langley-Turnbaugh dari University of Southern Maine di Gorham.

Kedua jenis logam berat tersebut ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi dari yang bisa ditoleransi oleh manusia, berdasarkan standar United States Environmental Protection Agency.

Penelitian dimulai ketika murid-murid Langley-Turnbaugh mendaki Everest pada tahun 2006, mengumpulkan sampel tanah dan salju di setiap 300 meter di ketinggian antara 5.334 dan 7.772 meter.

Penelitian menunjukkan bahwa semua sampel salju mengandung arsenik dan kadmium dalam jumlah tinggi. Sementara itu, sampel tanah yang dikumpulkan memiliki kandungan arsenik yang tinggi dan kadmium yang masih terkendali.

Langley-Turnbaugh mengatakan, hal tersebut patut menjadi perhatian. Banyak warga di gunung menggantungkan salju yang mencair sebagai sumber air minum. Jika salju terkontaminasi arsenik dan kadmium, itu sangat berbahaya.

Angin juga meniup debu dan tanah yang terkontaminasi ke udara sehingga berpotensi untuk dihirup. "Warga di Everest sering kali menggunakan ventilator sebab banyak debu," kata Langley-Turnbaugh.

Polusi udara akibat proses industri di Asia adalah salah satu faktor penyebab kontaminasi arsenik dan kadmium. Konsentrasi arsenik dan kadmium meningkat seiring semakin tingginya tempat. Angin mengakumulasikan polutan ketika membawa debu dan mendepositkannya di gunung.

Langley-Turnbaugh mengatakan, informasi tentang polusi yang terjadi di Everest sangat sedikit. Pasalnya, penelitian sulit dilakukan sebab untuk mengambil sampel, para peneliti harus mendakinya lebih dulu.

sumber: kompas

Rabu, 01 Desember 2010

Koloni Monyet Ekor Kuning Ditemukan

Koloni dari primata yang hampir punah, monyet ekor kuning, baru-baru ini ditemukan di Peru. Koloni tersebut ditemukan oleh tim peneliti internasional dari Neotropical Primate Conservation. Koloni monyet ekor kuning (Oreonax flavicauda) tersebut adalah penghuni hutan Andean yang terletak di timur laut Peru. Spesies monyet ekor kuning pernah diduga punah sebelum ditemukan keberadaannya (record) pada pertengahan tahun 70-an.

Penemuan keberadaan monyet ekor kuning ini merupakan penemuan pertama di wilayah La Libertad setelah penemuan terdahulu tahun 1974. Penemuan ini juga merupakan penemuan keberadaan monyet ekor kuning pertama di wilayah Huanuco.

"Ini adalah penemuan yang sangat penting untuk upaya konservasi primata ini," kata Sam Shanee, pemimpin proyek penelitian ini.

"Area baru ini (tempat ditemukannya koloni monyet ekor kuning) memberi harapan bagi kelangsungan hidup spesies yang kami temukan. Sudah ada upaya konservasi monyet ekor kuning dan kami berharap populasi yang baru saja ditemukan termasuk dalam program konservasi itu," lanjut Shanee.

Neotropical Primate Conservation bekerja sama dengan penduduk lokal Peru untuk mendukung upaya konservasi. Selama menjalankan programnya, Shanee mengatakan, "Komunitas lokal sangat antusias untuk bekerja sama dan bahkan memulai program konservasi. Mereka membuat kami optimistis tentang masa depan monyet spesies ini," lanjut Shanee.

Penelitian tentang monyet ekor kuning selama ini sulit dilakukan. Bukan hanya karena monyet ini tinggal di daerah terpencil di hutan Peru, tetapi juga karena terletak di negara kokain dan kubu mantan gerilyawan komunis.


sumber: kompas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes