//

Sabtu, 29 Januari 2011

Pernah Ada Dinosaurus Kecil Berjari Satu

Fosil dinosaurus kecil seukuran burung beo ditemukan di China. Spesies itu memiliki satu jari saja di setiap tangannya. Menurut arkeolog, inilah dinosaurus berjari satu yang pertama kali ditemukan.

Dinosaurus dengan nama Linhenykus monodactylus itu merupakan keluarga theropod, grup karnivora berkaki dua. T-rex dan Velociraptor termasuk di sini.

Theropod biasanya punya 3 jari di setiap tangan. Tapi dinosaurus baru ini termasuk dalam keluarga alvarezsauroids yang kecil, berkaki panjang, dan memiliki 1 jari yang fungsinya diperkirakan sangat minimal.
"Beberapa peneliti memperkirakan tangan itu digunakan untuk menggali sarang rayap," kata pemimpin studi Xu Xing dari Institute of Vertebrate Paleontology dan Paleoanthropology, Beijing.

Meskipun berjari satu, para peneliti menemukan sisa tulang untuk jari kedua. Tapi, jari itu tidak berfungsi sama sekali.

L. monodactylus ditemukan di Linhe, kota di Innter Mongolian. Diperkirakan, L. monodactylus ini hidup pada periode Cretaceous, antara 84 hingga 75 juta tahun yang lalu.

Fosil alvarezsauroid ditemukan di Amerika Utara dan Selatan, juga di Asia. "Kemungkinan mereka berasal dari Asia," kata Xu. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

sumber: kompas

Jumat, 28 Januari 2011

Tidur bersama hewan peliharaan bisa picu penyakit








Tidur di satu tempat dengan hewan peliharaan bisa picu penyakit.

Penelitian yang dilakukan di California, AS, menemukan kasus-kasus infeksi yang disebabkan oleh perilaku yang terlalu akrab dengan hewan peliharaan. Meski kasus tersebut tidak berlaku umum, namun aktivitas seperti tidur bersama, mencium atau dijilat hewan kesayangan bisa membuat manusia jatuh sakit.

Dari 1415 patogen yang bisa memengaruhi manusia, 61% di antaranya ditransfer dari hewan ke manusia. Inilah yang membuka kemungkinan infeksi penyakit yang ditularkan hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, penularan bisa terjadi melalui udara dan makanan.

Bruno Chomel, profesor di School of Veterinary Medicine at the University of California, Davis, melakukan penelitian tersebut karena di banyak negara, hewan peliharaan sering membantu pengasuhan anak. "Bahkan penggunaannya cenderung melampaui batas," kata Bruno.

Ia pun merujuk pada survei yang dilakukan di Amerika Serikiat, Inggris, Perancis, dan Belanda yang menunjukkan 14-45% anjing tidur bersama di atas tempat tidur pemiliknya. Sementara 45-62% kucing peliharaan juga melakukan aktivitas yang sama. Sementara itu, menurut studi yang dilakukan American Kennel Club, wanita lebih sering mengajak hewan peliharannya ke tempat tidur dibandingkan pria (prosentase masing-masing berturut-turut 25% dan 16%).

"Menurut saya, keberadaan hewan peliharaan di lingkungan tempat tinggal memang baik. Namun mereka tidak seharusnya ada di tempat tidur," ujar Bruno.

Kuman yang ditransfer dari hewan ke manusia kerap menjadi penyebab menyebarnya wabah dengan infeksi MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus). MRSA adalah infeksi bakteri yang berasal dari hewan bertaring tajam dan berbagai jenis cacing parasit dari hewan peliharaan yang penuh kutu. Bakteri ini pada umumnya tahan terhadap antibiotik.

Pada tahun 2008, sebuah studi menemukan bahwa orang yang terjangkit wabah yang berhubungan dengan penyakit pes lebih sering tidur bersama anjingnya di tempat tidur. Anjing adalah pembawa penyakit yang patut dikhawatirkan. Soalnya, dibandingkan kucing, anjing lebih jarang sakit dan gejala sakitnya pun lebih sulit dikenali.

Oleh karena itu, berdasarkan penelitian, Profesor Bruno menyarankan untuk menghindari tidur bersama hewan peliharaan. Kontak langsung, seperti ciuman juga sebaiknya dikurangi. Bagian tubuh mana pun yang dijilat oleh hewan peliharaan Anda, khususnya di tempat luka terbuka, harus segera dicuci dengan menggunakan air dan sabun. Hewan peliharaan harus diperiksakan ke dokter hewan secara teratur untuk  memastikan hewan bebas kutu dan tidak cacingan.

sumber: national geographic indonesia

Bintang Laju Ciptakan Riak Debu

Bintang-bintang dan galaksi seolah tak henti menyuguhkan pemandangan elok bagi kita. Awal minggu ini teleskop ruang angkasa NASA mengirimkan foto gerakan kabut kuning kosmis yang terbentuk karena laju bintang raksasa Zeta Ophiuchi.

Bintang yang memancarkan cahaya 65.000 kali l ebih banyak daripada Matahari ini melaju di ruang angkasa dengan kecepatan lebih dari 85.000 kilometer per jam akibat hempasan gravitasi saat sebuah bintang pendampingnya meledak dalam supernova.

Laju Zeta Ophiuchi menyibak kabut gas dan debu di depannya, sehingga membentuk riak seperti gerakan air di depan perahu. Teleskop ruang angkasa Wide-field Infrared Survey Explorer milik NASA menangkap gambar yang tidak terlihat dengan cahaya tampak ini.

sumber: kompas

Kebakaran Batu Bara Pemicu Kepunahan

Sekitar 250 juta tahun lalu, lebih dari 90 persen spesies laut di bumi punah. Kebakaran batu bara besar-besaran diduga berperan besar dalam kepunahan ini.
Erupsi gunung berapi di kawasan yang kini dikenal sebagai Siberia di Rusia kemungkinan membuat lapisan batu bara terpicu ledakan. Akibatnya, sejumlah besar abu beracun memenuhi atmosfer. Abu yang kemudian turun ke bumi meracuni laut dan mengubah kimiawi planet ini dan membawa kematian makhluk hidup.
Kemungkinan ini diajukan berdasarkan penelitian dalam jurnal Nature Geoscience oleh tim Geological Survey dari Kanada. Dalam penelitian tersebut tim menemukan partikel gosong atau arang di lapisan sedimen laut dalam di Kutub Utara, yang asalnya diperkirakan dari zaman Permian, 299 juta hingga 251 juta tahun lalu.

Para peneliti menyatakan, partikel-partikel tersebut sangat mirip dengan abu yang terbentuk saat batu bara dibakar. Para peneliti berasumsi, pada periode Permian terjadi erupsi dari basal yang sebelumnya mengendap di area batuan vulkanik yang luas, yang disebut Siberian Trap. Basal adalah batuan beku hasil lelehan gunung berapi yang biasanya berwarna kehitam-hitaman.
Erupsi tersebut kemungkinan memicu terbakarnya lapisan batu bara dan mengirim debu abu terbang dalam jumlah sangat besar hingga lebih dari 20 kilometer ke atmosfer. Bahkan, beberapa erupsi besar diperkirakan melebihi jarak 40 kilometer. Artinya, erupsi ini cukup kuat untuk mengirim abu ke lapisan stratosfer.

Abu yang ringan diperkirakan menyebar secara global dengan bantuan angin, sebelum akhirnya jatuh dari stratosfer. Abu itu kemudian bercampur dengan air dengan sangat perlahan-lahan dan membentuk cairan seperti bubur yang membatasi penetrasi cahaya. Sementara itu, logam beracun dan elemen radioaktif yang terkonsentrasi dalam abu menciptakan kondisi yang sangat beracun.

Tim peneliti juga menganalisis karbon terestrial yang ditemukan di sedimen laut dalam yang seusia dengan periode Permian. Mereka menyatakan, batuan-batuan penunjuk keberadaan sejumlah penting batu bara yang gosong telah diendapkan sebelum kepunahan hewan-hewan laut terjadi.

Para peneliti yang menganalisis geokimia dan petrologi arang ini menyatakan bahwa arang tersebut kemungkinan besar berasal dari pembakaran batu bara Siberia dan dari sedimen yang kaya zat-zat organik. "Arang ini sangat mirip dengan debu batu bara yang dapat kita jumpai saat ini, yang dapat menciptakan kondisi air beracun saat dilepaskan dalam bentuk bubur," tulis laporan ini.

Selama kepunahan di zaman Permian yang juga dikenal sebagai periode Great Dying, siklus biogeokimia terganggu secara global. Gangguan ini menyebabkan kematian sekitar 80 persen hewan-hewan darat dan 90 persen kehidupan laut. (National Geographic Indonesia/Raras Cahyafitri)

sumber: kompas

Kamis, 27 Januari 2011

Jumlah Burung Migran Turun Drastis


Jumlah burung yang terbang dari belahan bumi utara ke selatan, mencari tempat berlindung saat musim dingin, berkurang drastis tahun ini. Para ahli mengatakan penyebabnya adalah menyempitnya lahan dan meningkatnya perburuan.

Meski terjadi cuaca dingin yang buruk di Eropa dan Asia, waterbird yang biasanya bermigrasi dalam kelompok besar menuju pulau-pulau tropis, tidak banyak terlihat tahun ini. Waterbird adalah hewan-hewan yang termasuk keluarga anatidae, yang serupa bebek, angsa, atau itik.

Dalam perjalanan panjangnya dari lingkaran Kutub Utara ke Australia, burung-burung ini biasanya singgah di Candaba, Filipina. Pada 1980-an, para pengamat burung biasanya melihat hingga 100.000 ekor hewan ini. Namun, menurut data Wild Bird Club Filipina, pekan lalu para pengamat hanya menghitung sekitar 8.725 ekor waterbird dan 41 spesies.

Northern Pintail (Anas acuta), common pochard (Aythya ferina) dan belibis bersayap hijau dilaporkan tidak terlihat dalam kerumunan yang bermigrasi tahun ini. Selain itu, hanya ada satu bebek berumbai yang terlihat.
Beberapa pengamat menyebut salah satu penyebab penurunan adalah karena perburuan. "Penting untuk segera membuat tempat aman yang dikelola dengan baik dan bebas perburuan di sepanjang jalur terbang migrasi burung," kata ornitologis (ahli burung) asal Denmark yang berbasis di Filipina, Arne Jensen.
"Ancaman utama adalah perburan," kata Presiden Wild Bird Club Filipina Michael Lu. Namun, Lu juga menyebutkan mengecilnya luasan rawa dalam 50 tahun terakhir seiring kawasan ini diubah menjadi daerah pertanian, sebagai salah satu penyebab. Rawa di daerah ini pernah mencapai luas 27.000 hektare. Tapi, kini hanya sebesar 77 hektare.

Selain itu, perkembangan industri juga memberi dampak negatif. "Jika Anda melihat pantai-pantai dari China, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Indonesia, Singapura, hingga Australia, Anda dapat melihat pembangunan ekonomi yang sangat cepat, terutama di China. Dalam pembangunan inilah, habitat rusak sebagai akibat populasi bergerak ke arah pantai. Pemukiman di pantai juga meningkatkan peluang burung-burung itu diburu," tutur Carlo Custodio, kepala pengelolaan pantai dan laut kementerian lingkungan Filipina. (National Geographic Indonesia/Raras Cahyafitri)

sumber: kompas

Biasa Bangun Pagi Bikin Tubuh Lebih Kuat

Jakarta, Ungkapan lama 'bangun siang rezeki bisa dipatuk ayam' sepertinya bisa juga digunakan untuk menggambarkan kondisi kesehatan, karena orang yang terbiasa bangun pagi cenderung memiliki tubuh yang lebih sehat dan kuat.

Tak hanya ungkapan tersebut, Benjamin Franklin seorang penemu dan pemimpin Revolusi Amerika juga pernah menyatakan 'early to bed and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise' (tidur lebih awal dan bangun lebih pagi membuat pria lebih sehat, kaya dan bijaksana).

Selain baik untuk kesehatan, bangun lebih pagi juga membuat orang lebih siap untuk menghadapi rutinitas di pagi hari.

Berikut beberapa manfaat dari kebiasaan bangun pagi, seperti dilansir beautynhealthytips4u.com, Kamis (27/1/2011), yaitu:

1. Membuat pikiran lebih segar
Bangun pagi hari pukul 5 atau 6 sebelum matahari terbit dapat membuat pikiran Anda lebih segar dan bisa mengurangi stres. Kondisi ini membuat tubuh lebih sehat, serta membuat penampilan lebih terlihat cantik dan menarik.

2. Tidak melewatkan waktu sarapan
Sebagian orang melewatkan waktu sarapan karena bangun kesiangan dan terlambat di pagi hari. Melewatkan sarapan sama artinya menabung banyak penyakit, seperti diabetes, obesitas dan jantung. Tidak sarapan juga membuat Anda tidak bertenaga dan bersemangat saat menjalani rutinitas.

3. Dapat melakukan olahraga pagi

Dengan bangun pagi, orang juga memiliki waktu lebih untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, latihan pernapasan, bersepeda, berenang, jogging dan olahraga ringan lainnya.

Olahraga pagi dapat membantu untuk mencapai dan menjaga kesehatan yang baik dan menjaga pikiran menyenangkan dengan mengurangi rasa sakit dan stres. Pikiran yang sehat dan menyenangkan dapat membuat Anda berpikir positif yang pada gilirannya membuat hidup bahagia.

4. Tidak tergesa-gesa dan terburu-buru

Bangun lebih pagi berarti membuat Anda memiliki waktu lebih untuk mempersiapkan segala sesuatu, termasuk urusan pekerjaan. Bangun kesiangan seringkali membuat orang tergesa-gesa dan terburu-buru, yang pada gilirannya dapat membahayakan kesehatan jantung.

sumber: detik

Selasa, 25 Januari 2011

Hati-hati, Stres Bisa Menular ke Bayi

Bayi memang belum bisa mengerti apa yang Anda katakan. Ia mungkin belum paham apa arti dari kata-kata yang keluar dari mulut Anda. Tetapi, ketika manusia bergantung pada sosok tertentu, ia akan bisa menangkap emosi dan mood orang itu. Tak heran, ketika orangtua stres, anak pun akan merasakannya.

Saat orang stres, anak pun akan merasakan stres itu juga, begitu kata Andrew Garner MD, asisten profesor di Case Western Reserve University School of Medicine seperti dikutip dari WebMD. Riset membuktikan hal bahwa bayi dan anak-anak punya kepekaaan yang tinggi.

Memang, stres tidak bisa diabaikan begitu saja. Begitu banyak tekanan yang dihadapi para orangtua tanpa sadar memang bisa membuat perilaku yang tak mengenakkan atau energi negatif yang terpancar dan diterima oleh anak. Saat orangtua terlalu banyak memikirkan masalah dan tekanan yang ia alami dan itu adalah hal di luar si anak, maka si anak akan merasa tidak diperhatikan, yang berujung membuatnya merasa ditinggalkan dan takut. Anak-anak juga belajar dari meniru. Cara orangtua menghadapi stres akan ditiru si anak.

Jika orangtua yang sedang menghadapi tekanan mencoba menghadapi dengan tenang, seperti berhitung hingga 10 baru bicara dengan tenang, anak-anak pun akan meniru. Mereka juga belajar dari manajemen stres yang salah, seperti berteriak, gaya hidup tidak sehat, dan menyendiri.

Tularan stres ini sudah bisa terlihat pada bayi yang berumur 2 tahun. Menurut Sandra Weiss, PhD, DNSc, RN, FAAN, salah seorang peneliti mengatakan hasil penelitiannya mempertegas hal ini. Yang lebih bahaya lagi, stres yang terlalu lama dialami oleh anak ini bisa mengakibatkan masalah pada otak anak. Hormon stres yang terus mengisi otak anak akan berdampak pada otak serta menyakiti fungsi otak dalam banyak cara.

* Stres buruk pada anak bisa mengganggu koneksi sirkuit otak dan mengarah kepada kegagalan perkembangan otak kecil.
* Hormon stres tingkat tinggi bisa mengurangi respon imun tubuh, mengarah ke masalah kesehatan kronis.
* Menjaga hormon stres tingkat tinggi bisa memengaruhi area otak yang penting untuk belajar dan menyimpan memori.

Namun, bukan berarti stres apa pun yang Anda alami akan berdampak pada bayi. Stres kecil dan menengah cenderung mudah terhilang dan tidak berarti akan merusak otak anak. Tetapi jika berulang-ulang, bisa berefek juga. Orang yang merawat anak harus mengajarkan anak bagaimana menenangkan diri dan menghadapi stres itu. Semakin sedikit stres yang dihadapi anak, makin anak akan merespon pad Anda, makin baik pula nafsu makan, istirahat, dan lainnya.


sumber: kompas

Senin, 24 Januari 2011

Ternyata Ada 2 Spesies Macam Dahan Sunda



Kucing besar yang sering disebut macan dahan (Clouded leopard) ternyata memiliki dua sub-spesies. Para peneliti baru menyadari adanya spesies yang berbeda dari macan dahan yang hidup di Asia, tahun 2007 lalu.
Kini, analisis genetika sudah meyakinkan bahwa kucing itu punya dua ciri berbeda, antara yang hidup di Sumatera dan yang habitatnya di Kalimantan.

Macan dahan tergolong kucing besar yang sukar dipahami, termasuk singa, harimau, jaguar, macan salju dan macan pada umumnya. Mereka hidup menyebar di Asia Tenggara, hingga China dan India, dan memiliki pola bulu seperti awan yang lebih lebar dibanding macan tutul.

Hingga 2006, semua macan dahan disangka tergolong dalam satu spesies saja. Namun, studi genetika menyingkapkan bahwa sebetulnya ada dua spesies macan tutul yang berbeda.
Lazimnya diketahui, macan dahan hidup di Asia daratan dan digolongkan dalam spesies Neofelis nebulosa. Namun kini para ilmuan memastikan, ada spesies macan dahan lain yang hidup di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

Macan itu terkenal sebagai macan dahan Sunda (Neofelis diardi), meski sebelumnya dan secara keliru disebut sebagai macan dahan Borneo. Kedua spesies itu diduga terpisah lebih dari satu juta tahun silam.
Sejak 2008, spesies baru itu pun terdaftar di  International Union for the Conservation of Nature.
Pada 2010, sebuah tim ilmuan yang bekerja di Dermakot Forest Reserve, Malaysia mengumumkan jejak kaki pertama kucing besar itu dari alam liar. Dipimpin Mr Andreas Wilting dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research di Berlin, Jerman, para peneliti mendapatkan foto macan dahan Sunda sedang berjalan di jalanan.

Kini, Mr Wilting dan koleganya menerbitkan penelitian baru yang menyingkap lebih jauh tentang kucing misterius itu.
Mereka mengambil sampel dari 15 macan dahan Sunda yang hidup di Borneo, dan 16 ekor yang hidup di Sumatera, untuk melakukan studi molekular dan genetika demi menyingkap asal-usulnya.
Para peneliti juga meneliti tengkorak 28 macan dahan Sunda dan bulu dari 20 spesimen yang tersimpan di museum, termasuk bulu kucing yang difoto dari Sumatera dan Kalimantan.

"Meskipun kami curiga bahwa macan tutul Sunda di Borneo dan Sumatera terpisah secara geografis sejak Zaman Es terakhir, namun belum diketahui apakah keterpisahan yang lama itu menyebabkan mereka terbagi menjadi sub-spesies yang berbeda," kata Wilting.
Namun, analisis timnya menyatakan, kucing besar itu terbagi menjadi dua, sub-spesies Borneo yang disebut Neofelis diardi borneensis dan sub-spesies Sumatera yang disebut Neofelis diardi diardi.
Hasil analisis itu diterbitkan di jurnal Molecular Phylogenetics and Evolution. Macan dahan dari dua pulau itu berbeda secara morfologis, memiliki bentuk unik di tengkorak dan gigi. Belum jelas penyebab macan dahan Sunda berevolusi dalam dua sub spesies itu.

"Sejauh ini, kami hanya dapat berspekulasi tentang peristiwa tertentu dalam evolusi macan tututl itu," kata anggota tim penelitian, Joerns Fickel, juga dari Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research.
Namun para peniliti menduga, erupsi vulkanik di Sumatera sekitar 75.000 tahun silam yang mempengaruhi perbedaan keduanya kini. Satu kelompok hidup di China dan seluruh benua Asia, kelompok lainnya di Kalimantan, menjadi macan dahan Sunda.

sumber: kompas

Minggu, 23 Januari 2011

Kenapa Harus Planet di Luar Tata Surya?






Salah satu tren dalam penelitian astronomi masa kini adalah riset planet di luar tata surya atau biasa disebut ekstrasolar atau ekstrasurya. Planet itu didefinisikan sebagi sebuah planet yang terletak di luar tata surya kita atau sistem matahari.


Mengapa planet itu menarik dipelajari dan jadi tren? Johny Setiawan, astronom Indonesia yang tertarik mempelajarinya mengatakan, planet itu menarik sebab bisa digunakan untuk mempelajari keberadaan manusia di bumi dan kehidupan di alam semesta.

"Saya tertarik untuk mempelajari keberadaan kita di alam semesta. Yang paling dekat ya memang mempelajari planet ekstrasurya," katanya. Mempelajari planet itu bisa menjawab pertanyaan apakah manusia di bumi sendirian di alam semesta.

Ia mengatakan, pembelajaran tentang planet ekstrasurya masih dalam tahap awal hingga menengah. "Namun, ilmu pengetahuan tidak ada yang instant," katanya. Butuh waktu lama hingga mencapai kesimpulan.
Kelak, hasil penelitian planet ekstrasurya bisa memiliki andil besar dalam memahami asal muasal tata surya kita, bumi, manusia dan maknanya di alam semesta

sumber: kompas

Jumat, 21 Januari 2011

Pembangkit Listrik Pasang Surut Dibangun






Pembangkit listrik tenaga pasang-surut komersial pertama di Asia akan akan dikembangkan oleh pemerintah daerah Gujarat, India. Pembangkit listrik tersebut rencananya akan dibangun di wilayah Teluk Kutch, Gujarat.

Untuk membangunnya, India akan bekerjasama dengan Atlantis Rescources Corporation, perusahaan pengembang pembangkit listrik tenaga pasang surut asal Inggris. Minggu lalu, nota kesepahaman kerjasama itu telah ditandatangani.

Dari pihak Gujarat, pembangunan itu akan melibatkan Gujarat Power Corporation Limited (GPCL), perusahaan pembangkit listrik lokal. Bersama Atlantis, GPCL akan melaksanakan proyek awal dan observasi sumber daya di Teluk Kutch.

Narendra Modi, kepala pemerintah daerah Gujarat mengatakan, dalam proyek awal akan dibangun pembangkit listrik dengan kapasitas daya 50 MW. Selanjutnya, akan dikembangkan lagi menjadi 250 MW.
D.J. Pandian, managing director GPCL mengatakan, proyek ini akan mengembangkan suplai energi terbarukan di Gujarat, menciptakan lapangan kerja serta infrastruktur yang akan mendukung proyek selanjutnya.

"Gujarat memiliki sumber daya air yng potensial di pantai. Jadi, energi pasang surut menjadi kesempatan besar bagi kita. Proyek ini akan menjadi yang pertama di India sekaligus Asia," katanya dalam wawancara dengan Business Green minggu lalu.

Ia melanjutkan, "proyek ini juga akan mendatangkan keuntungan ekonomis dan ekologis bagi wilayah setempat, termasuk membuka jalan bagi pengembangan serupa di wilayah lain di Gujarat.

sumber: kompas

Rabu, 19 Januari 2011

Kaca Metalik Ini Sangat Kuat dan Keras


Para ilmuwan di Amerika Serikat membuat kaca metalik yang memiliki kombinasi kekuatan dan kekerasan yang lebih hebat daripada materi-materi yang ada saat ini. Material baru ini punya struktur kimia yang menetralkan kerapuhan kaca dan mempertahankan kekuatan.
Kacanya tidak terlalu padat dan lebih ringan daripada baja. Beratnya sebanding dengan berat aluminium atau campuran titanium.

Penelitian terhadap gelas metalik ini sudah beberapa tahun dilakukan oleh peneliti di California Institute of Technology (Caltech). Penelitian dipimpin oleh Marios D Demetriou. Pada penelitian yang terdahulu Demetriou dan timnya melibatkan pengkristalan. Namun, pada gelas metalik ini tidak ada pengkristalan, hanya campuran mikro antara paladium, silikon, germanium, dan perak.
"Setiap elemen mengkristal secara efektif saat berdiri sendiri. Ketika dicampurkan, material jadi bingung, tidak tahu cara untuk mengkristal. Prosesnya jadi lambat," tutur ilmuwan material dari Lawrence Berkeley National Laboratory Robert O Ritchie.

Caltech masih akan mencoba resep lain. Saat ini gelas metalik masih mahal dan sulit dibuat karena mengandung lima jenis metal serta butuh pendinginan. Jadi, penggunaan gelas metalik ini dalam produk masih butuh waktu lama. Material seperti ini dapat digunakan untuk pembangunan jembatan, pembuatan perahu, pesawat, serta material untuk mesin industri.

Robert O Ritchie mengatakan bahwa material ini mungkin adalah kombinasi terbaik antara kekuatan dan ketahanan. Ritchie mengakui, material baru ini bukan yang terkuat.
"Namun, kombinasi terbaik antara kekuatan dan kekerasan," kata Ritchie. Artinya, ada materi yang lebih keras, tapi kalah kuat. Ada juga materi yang lebih kuat, tapi kalah keras oleh material ini. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

sumber: kompas

Selasa, 11 Januari 2011

Peta tutupan hutan global bisa jadi petunjuk level karbon dunia

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan, dengan menggunakan data satelit NASA, meluncurkan peta yang menggambarkan secara detail ketinggian hutan-hutan di seluruh dunia. Data ini bisa digunakan sebagai petunjuk jumlah karbon yang disimpan (carbon stock) dalam hutan-hutan dunia, dan seberapa cepat siklus karbon di ekosistem kembali ke atmosfer.

Menurut paparan yang disampaikan Michael Lefsky dari Colorado State University dalam jurnal Geophysical Research Letters, peta baru ini memperlihatkan hutan-hutan tertinggi terkonsentrasi di Pasifik Barat Laut di Amerika Utara, dan sebagian Asia Tenggara. Sementara hutan-hutan yang rendah ditemukan di Kanada utara dan Eurasia.

Selain menunjukkan hutan-hutan berdasarkan tinggi pohonnya, ke depannya peta yang merupakan kombinasi dari satelit ICESat, Terra, dan Aqua ini bisa digunakan sebagai alat untuk memperkirakan jumlah karbon yang terikat dalam hutan-hutan di Bumi, dan mencari jawaban ke mana 2 miliar ton karbon “hilang” dari atmosfer setiap tahunnya.







Manusia melepas sekitar 7 miliar ton karbon per tahun, kebanyakan dalam bentuk karbon dioksida. Sebanyak 3 miliar ton dari jumlah itu berakhir di atmosfer, dan 2 miliar ton di lautan. Belum diketahui ke mana sisanya yang 2 miliar ton. Sementara ini diduga karbon yang hilang tersebut tersimpan sebagai biomassa.
“Yang kita butuhkan adalah peta biomassa yang ada di atas tanah, dan peta ini bisa membantu kita,” kata Richard Houghton, pakar ilmu ekosistem terestrial.

sumber: national geographic indonesia

Senin, 03 Januari 2011

Masdar, Mimpi Kota tanpa Polusi

Jakarta - Meja-meja bertutup kain putih setinggi dada itu ditata di halaman tengah Institut Ilmu dan Teknologi Masdar di Kota Masdar, Abu Dhabi. Pohon palem setinggi dua meter dengan hiasan air mancur di sekelilingnya lebih meneduhkan suhu gurun yang sedang ramah, sekitar 26 derajat Celsius. Mahasiswa dan pengunjung Institut Masdar biasa meluangkan waktu untuk sekadar bersantap atau berdiskusi di sini. "Kami lebih rileks, tapi tidak mengurangi keseriusan saat berdiskusi di halaman ini," kata Mahmud Adam, peneliti dari Bahrain, kepada Tempo, Selasa dua pekan lalu.

Institut Masdar adalah salah satu contoh bangunan yang sudah selesai dibangun di kompleks kota seluas enam kilometer persegi yang dikelilingi dinding itu. Tembok bangunan yang mengelilingi halaman didominasi warna merah tanah. Bahannya terbuat dari tanah liat produksi lokal--untuk mengurangi emisi karbon--dibentuk menyerupai terakota dengan kisi-kisi bergelombang. Nuansa bangunan tradisional Arab dari tabir Mashrabiya sangat kental.

Struktur utama bangunan tetap menggunakan beton. Di sinilah, menurut Jurgen Happ, arsitek dari Kantor Foster + Partner, kantor arsitektur asal Inggris yang bertanggung jawab merancang "kota hijau di padang gurun" ini, gaya bangunan kuno dipadukan dengan kecanggihan teknologi. "Kami mendesain sebuah kota modern tanpa mengesampingkan tradisi. Karena dua-duanya sama pentingnya," kata Happ.

Dinding bagian lainnya berwarna perak, yang berasal dari plastik bening kuat, dikenal dengan nama ethylene-tetrafluoroethylene. Panel fotovolatik yang berfungsi menangkap energi cahaya matahari untuk kemudian diubah menjadi energi listrik--yang dijalarkan melalui saluran di dalam dinding untuk memfungsikan semua peralatan listrik di gedung tersebut--dipasang di atap bangunan. Ketika matahari bersinar terang, atap pun terlihat lebih bersinar.

Inilah bangunan Institut Masdar, yang mulai dioperasikan sejak September 2009. Di perguruan tinggi itu nantinya akan ditempatkan pusat penelitian pengembangan energi alternatif yang berkesinambungan. Di sekitar lokasi institut, proyek pembangunan gedung-gedung lain masih terus berlangsung.

Bangunan Institut Masdar merupakan salah satu bagian dari megaproyek Kota Masdar--masdar artinya sumber. Sebuah proyek dengan tujuan mewujudkan kota bebas emisi dan karbon pertama di dunia, menerapkan energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.

Kota teknologi tinggi ramah lingkungan itu dirancang dan dibangun Foster + Partners, yang didirikan Sir Norman Foster. Biro arsitek kenamaan dari Inggris itu juga membangun beberapa tetenger dunia seperti gedung pencakar langit yang menjadi bagian dari pembangunan kembali World Trade Center, New York; Bandar Udara Beijing, lapangan udara terbesar di dunia; Al-Raha Beach, pusat perdagangan dunia di Abu Dhabi. Biro ini, bersama perusahaan di Amerika Serikat, mewujudkan bandar ruang angkasa pertama di dunia yang terletak di New Meksiko, pelabuhan futuristik yang akan difungsikan untuk menerbangkan turis ke ruang angkasa.

Biro arsitek ini bekerja sama dengan 500 pakar berbagai bidang dari seluruh dunia. Proyek kota yang dibangun di lokasi yang berjarak 17 kilometer dari Kota Abu Dhabi ini mulai digarap sejak 2008 dengan ide kota tanpa emisi karbon, yang dibangun di gurun tanpa binatang dan tumbuhan serta berdekatan dengan laut yang polutif. "Sangat ambisius," kata Gerard Evenden, mitra senior Foster. Kontraktornya adalah Abu Dhabi Future Energy Company, anak perusahaan Mubadala Development Company, yang sahamnya dikuasai penuh pemerintah Abu Dhabi.

Pengerjaan proyek dijalankan tanpa menggunakan bahan bakar fosil atau minyak bumi, sehingga mengurangi emisi, yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Di sekeliling kota akan dibangun tembok untuk menjaga kota dari panasnya tiupan angin gurun. Di jalanan kota akan ditempatkan cerobong yang memungkinkan mengalirnya udara sejuk untuk menaklukkan panas gurun yang mencapai 50 derajat Celsius pada musim panas.
masdar


"Pohon elektrik", yang berbentuk seperti batang dan dilengkapi baling-baling, akan dipasang di sekeliling kota. Dari "pohon-pohon" itu bisa dihasilkan energi 20 megawatt. Perkebunan fotovolatik atau sel surya yang merupakan pembangkit listrik tenaga matahari berkekuatan 40 sampai 60 megawatt akan dibangun di beberapa tempat. "Dari pembangkit-pembangkit inilah nanti kebutuhan listrik di Masdar akan disuplai," kata Direktur Kota Masdar, Alan Frost.

Setiap bangunan yang ada di kota ini dirancang minim penggunaan energi, termasuk kemungkinan dapat mendaur ulang air dan pemasangan panel tenaga surya di atap. Rancangannya, tak ada sumber energi yang terbuang di kota ini. Bahkan alat penampung embun, dan sensor elektronik pemantau kebocoran pipa, akan dipasang di beberapa sudut kota.
Kebutuhan air dipenuhi dari proses desalinasi air laut bertenaga surya-daerah ini memang tidak memiliki sumber air. Penggunaan air oleh penduduk ditekan hingga 60 persen dari kebutuhan rata-rata sebuah kota. Sebanyak 90 persen air yang digunakan bisa didaur ulang untuk menyiram taman kota.

Sampah yang ada di kota ini akan ditekan hingga nol persen alias kota yang tak menghasilkan sampah. Sampah organik digunakan untuk membuat pupuk dan bahan bakar pembangkit listrik. Sedangkan sampah industri berupa plastik dan besi akan didaur ulang.

Rencananya, di kota dengan luas enam kilometer persegi ini, kendaraan dalam kota akan dilarang beroperasi. Sebagai gantinya tengah dikembangkan kendaraan elektrik bernama personal rapid transit (PRT), mirip mobil Karimun tapi bertenaga baterai, dengan daya tampung enam orang. Mobil ini menggunakan sistem seperti kereta api, dengan rel yang menjangkau seluruh kota dengan sekitar 1.500 stasiun.

Proyek gigantik yang menelan biaya US$ 22 miliar atau sekitar Rp 190 triliun ini rencananya baru akan rampung pada 2021. Setelah gedung Institut Masdar, ditargetkan pada 2013 perkantoran sudah bisa mulai beroperasi. Berikutnya, pada 2015, delapan ribu warga dan sekitar 12 ribu orang komuter akan meramaikan kota yang oleh New York Times disebut "tempat bermain futuristik bagi orang berada" itu.

Dengan konsep serba spektakuler itu, tak mengherankan bila banyak perusahaan besar tertarik menanamkan investasi. General Electric salah satunya. Perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu membuka pusat ecomagination, tempat pengembangan produk ramah lingkungan. "Kami mendukung pengembangan produk energi yang efisien dan akan mendorong konservasi energi di Masdar," kata Nabil Habayeb, Presiden Direktur GE untuk Afrika dan Timur Tengah.

Untuk proyek ambisius itu, tak hanya decak kagum yang terkirim, tapi juga kritik. Cukup banyak pendapat skeptis atas proyek hijau di tengah negara dengan konsumsi dan pemborosan energi yang termasuk terbesar di dunia. Bagi arsitek dari Institut Teknologi Bandung, Ridwan Kamil, pengembangan Masdar sebagai kota peradaban baru masih sebatas teori dan mimpi. Dari sisi konsep tidak ada yang baru. Hanya karena dukungan modal kuat, program itu bisa dilaksanakan. Bahkan konsep ini pernah dicoba di salah satu kota di Cina, tapi gagal.

Menurut arsitek yang biasa disapa Emil ini, sebuah peradaban kota tidak bisa dibangun dengan hanya bermodal ekonomi yang kuat, melainkan juga dengan akar sosial budaya masyarakat setempat. Ini sulit dilakukan di Masdar, mengingat enam puluh persen penduduk di sana orang asing. "Saya pesimistis proyek Masdar ini akan berhasil," kata Emil.


sumber: tempo interaktif

Minggu, 02 Januari 2011

Taukah anda Sawit Ditanam, Pemanasan Global Meningkat ?Taukah anda Sawit Ditanam, Pemanasan Global Meningkat ?

Masalah lahan gambut baru mencuat sejak dasawarsa 1980-an. Ketika itu pemerintah mengizinkan perusahaan swasta membuka dan mengembangkan lahan gambut dalam skala besar, yakni 5.000-100 ribu hektare. Sawit Watch mencatat Indonesia telah menanam 7.5 juta hektare lahan dengan sawit, yang menghasilkan sekitar 19 juta ton CPO. Sebagian besar lahan itu berada di lahan gambut.

Dari hasil penelitian Sawit Watch dan Bambang Hero Saharjo (Fakultas Kehutanan IPB), pembukaan kebun sawit di lahan gambut mempercepat pemanasan global akibat terlepasnya gas rumah kaca, terutama karbon dioksida yang tersimpan di gambut.

Berdasarkan penelitian di Tanah Grogot, Kalimantan Timur, kebun sawit yang ditanam di tanah mineral selama 25 tahun hanya mampu menyerap 130 ton CO2 eq per hektare. Kalaupun bervariasi, kemungkinan besar tidak akan lebih dari 180 ton CO2 eq, mengingat kandungan karbon pada bagian atas permukaan tanah di kebun sawit adalah 39,94 ton per hektare atau setara dengan 146,58 ton CO2 eq per hektare. “Emisi GRK yang realistis dari lahan gambut yang terdrainase adalah 25-55 ton CO2-eq per hektare per tahun atau sekitar 625-1375 ton CO2-eq untuk selama 25 tahun,” kata Bambang.

Pada 2008, WWF melaporkan bahwa rata-rata tahunan emisi C02 dari lahan gambut di Riau (1990-2007) yang dihasilkan untuk perkebunan adalah 0,22 Gt, yaitu sekitar 79 persen total emisi C dari sektor energi. Selain karena proses dekomposisi bahan gambut, emisi lantaran kebakaran di lahan ini rentan.

Selain pengemisi karbon dioksida, ancaman lain dari penanaman sawit di lahan gambut adalah subsiden. Menurut Nyoman Suryadiputra, Ketua Wetland International, amblesan merupakan hasil dari oksidasi karbon (carbon loss ke udara dan atau ke air). “Juga mengerutnya gambut dan kompaksi,” katanya. Lembaga ini pernah melakukan penelitian di Riau, tempat di mana terdapat sawit joget. Laju subsidence 1 sentimeter tiap tahun per 10 sentimeter drainase.

Menurut Supiandi Sabiham, kecepatan subsiden berdasarkan perbedaan kedalaman saluran. “Penurunan stabilitas gambut setelah terjadi konversi lahan,” kata guru besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan IPB. Dari hasil penelitian sejumlah ahli, katanya, pada tahun pertama amblesan sebesar 20-50 sentimeter. Mulai tahun kedua sebesar 2-5 sentimeter tiap tahunnya.(tempointeraktif.com)

Magnesium Bikin Otak Tambah Encer

Tim peneliti di Cina menemukan tikus yang diberi dosis esktra senyawa magnesium baru terbukti memiliki daya ingat jangka pendek, panjang maupun kemampuan belajar yang lebih baik.
“Kami menemukan peningkatan kadar magnesium di otak membimbing kepada penguatan daya ingat spasial dan asosiatif baik pada tikus belia maupun tua,” kata Guosong Liu, Direktur Pusat untuk Daya Ingat dan Pembelajaran di Universitas Tsinghua, Beijing.

Liu sadar kalau temuan baru berlaku pada tikus. Masih ada uji berikutnya pada manusia untuk memastikan apakah efek yang sama juga bisa terjadi. Uji klinis sangat penting karena meski tikus memiliki fungsi otak yang sama dengan manusia, hasil uji pada hewan tidak selalu memprediksi secara tepat apa yang terjadi jika dilakukan pada manusia.

Magnesium sudah lebih dulu terbukti mampu menigkatkan kerja otak dalam studi menggunakan sel otak dalam laboratorium. Tapi senyawa yang baru, magnesium-L-threonate (MgT), diuji langsung pada tikus dan disimpulkan efektif.

“Jika MgT nantinya terbukti aman dan efektif di manusia, hasil studi ini akan berdampak besar untuk kesehatan publik,” ujar Liu yang memuat hasil studinya itu dalam jurnal Neuron terbaru.
Magnesium adalah unsur penting yang bisa ditemukan dalam beberapa jenis buah, buncis dan sayur berdaun gelap. Unsur ini berguna untuk sistem kekebalan tubuh. Coba saja mengkonsumsinya kurang dari 400 miligram per hari dan Anda akan berisiko terhadap penyakit alergi, asma dan serangan jantung

sumber: tempo interaktif

Internet berlebih bikin depresi??

Sebuah peringatan bagi para pecandu internet. Orang yang menghabiskan banyak waktu untuk berselancar di internet, ternyata lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda depresi. Tetapi masih belum jelas, apakah penggunaan internet menyebabkan depresi atau penderita depresi yang cenderung tertarik dengan internet.
Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan psikolog dari Universitas Leeds, London. Ilmuwan universitas tersebut baru-baru ini menemukan sebuah bukti “mengejutkan” bahwa beberapa pengguna yang keranjingan internet mengembangkan sebuah kebiasaan kompulsif, yakni menggantikan interaksi sosial mereka dalam kehidupan nyata dengan ruang perbincangan online serta bergaul lewat situs-situs jejaring sosial.

“Penelitian ini memperkuat spekulasi publik bahwa keterlibatan mereka dalam situs jejaring sosial untuk menggantikan fungsi sosial yang normal (dalam kehidupan nyata), mungkin terkait dengan gangguan psikologis seperti depresi dan kecanduan,” kata peneliti utama, Catriona Morrison, dalam tulisannya di jurnal psikopatologi. “Jenis kecanduan berselancar ini dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mental.”
Responden dari studi ini adalah 1.319 warga Inggris yang terdiri dari orang-orang muda berusia 16 hingga 51 tahun. Para peneliti universitas tersebut menganalisis hubungan penggunaan internet dan tingkat depresi mereka. Dari jumlah tersebut, 1,2 persen-nya sudah mengalami kecanduan internet.

Menurut Morrison, para pecandu internet ini secara proporsional menghabiskan lebih banyak waktu mereka untuk browsing ke situs-situs web pemuas hasrat seksual, situs game online serta komunitas online. Mereka juga memiliki kemungkinan depresi dari tingkat sedang hingga lebih tinggi daripada pengguna internet biasa.
“Penggunaan internet yang berlebihan terkait dengan depresi, tetapi yang belum kita ketahui adalah mana yang menjadi hal pertama. Orang yang menderita depresi cenderung tertarik pada internet atau internet yang menyebabkan depresi?,” Kata Morrison. “Namun yang jelas, berlebihan penggunaan internet bisa menjadi sinyal peringatan bagi kecenderungan depresi.”

Morrison mencatat, angka 1,2 persen yang digolongkan sebagai “pecandu” internet itu lebih besar daripada kejadian perjudian di Inggris, yang cuma sekitar 0,6 persen saja

 sumber: disini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes